Banyak Keladi Menumpuk di Pasar Hingga Sore, Pj Gub Ali Baham : Makanya Saya Prioritaskan Pengan Lokal Jadi Menu Utama Kegiatan

Menteri PPPA saat mencicipi papeda (makanan lokal berbahan sagu) yang disajikan dalam roadshow jelang peringatan hari ibu di Manokwari.

MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere menemukan fakta dimana masih ada jualan Keladi mama Papua di Pasar yang menumpuk hingga sore hari.

“Kenapa saya gerakan APBD untuk semua kegiatan OPD itu menu makannya adalah pangan lokal ? karena ternyata banyak hasil kebun tidak terjual habis,” ungkapnya dalam roadshow jelang peringatan hari ibu yang dihadiri Menteri PPPA, di Manokwari, Sabtu (18/11/2023).

Pj Gub Ali Baham mengaku saat bertanya, ternyata mama Papua itu sudah berjualan sejak pagi dan hingga sore hari, dagangannya belum habis. Sedangkan dia berjualan demi membiayai pendidikan anaknya di bangku kuliah.

“Kalau kita bicara ekonomi itu, adalah tiga proses didalamnya, yaitu produksi, distribusi dan stabilitas harga di pasar. Maka pasar itu akan jadi tempat terakhir masyarakat bisa memiliki uang,” ungkapnya.

Tiga proses itu kata PJ Gub Ali harus seimbang. Karena ketika produksi dan distribusi baik, lalu di pasar tidak ada yang beli, maka keseimbangan ekonomi tidak terjadi.

“Percuma kita buat kebun yang luas, tanam pangan lokal banyak, tapi tidak terjual habis di pasar. aka tidak ada asas manfaatnya,” ungkapnya lagi.

Untuk itu, gerakan prioritas menu pangan lokal di kegiatan pemerintahan, sekiranya kata Pj Gub Ali, dapat meningkatkan hasil penjualan mama mama Papua.

“Hari ini terjual habis, karena dibeli sama pemerintah untuk kegiatan. Besoknya mereka semangat menanam dan selanjutnya mereka menghasilkan uang dengan stabil,” terangnya.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *