BBKDSA Konsul Publik Sempurnakan RPJP SM Pulau Venu

Konsultasi Publik RPJP SM Pulau Venu

KAIMANA – Balai Besar  Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat, Senin (11/9/2023) menggelar Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) SM Pulau Venu tahun 2024 – 2033.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Manokwari, Eko B Supriyadi, S.Hut, Senin (11/9/2023) mengatakan, Konsultasi publik itu digelar untuk memperoleh masukan dari semua piha sebagai langkah penyempurnaan dokumen pengelolaan yang telah disusun.

“Ini merupakan langkah awal dalam tahapan pengelolaan. Kita akan  diskusikan kawasan dan kondisi serta melihat komponen yang mempengaruhi baik ancaman maupun gangguan terhadap Pulau Venu,” terangnya.

Kata dia,  SM. Pulau Venu memiliki potensi keanekaragaman hayati dan ekosistem yang cukup tinggi. Sehingga,
dalam pengelolaannya penting untuk mempertimbangkan segala aspek, guna mempertahankan flora dan fauna.

Dikutip dari situs resmi BBKSDA Papua Barat, SM. Pulau Venu berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan di lapangan, sumber daya alam laut di daerah tersebut secara umum dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Kelompok Moluska; jenis-jenis yang  dijumpai Lola (Trochus niloticus), Kima Besar (Tridacna maxima), Kima Sisik (Tridacna squamosa), Kima Pasir (Hippopus hippopus), Kima Lubang (Tridacna crocea), Keong Kepala Kambing (Cassis cornuta), Keong Terompet (Charonia tritonis), dan Nautilus Berongga (Nautilus pompilus), jenis-jenis moluska tersebut telah dilindungi Undang-Undang.

Sedangkan jenis lainnya Lambis-lambis  (Lambis-lambis), Cypraea sp., Strombus sp., Tutufa sp., Maelanga sp.,  dan  Conus spp., Kelompok Ganggang Laut;  jenis-jenis yang dijumpai gracillaria sp., dan Gelidium sp. Selain itu dijumpai lamun dari jenis Thalassia sp., danHalodule sp.,

Kelompok Penyu; jenis-jenis yang dijumpai adalah Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Hijau (Chelonian mydas). Dari informasi penduduk pulau Adi Jaya, di perairan sekitar Venu pernah dijumpai Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae) oleh masyarakat setempat disebut “kmeb”.
Musim bertelur penyu tertinggi di pulau Venu pada bulan September, namun perlu diingat, hampir setiap hari/malam penyu naik bertelur.

Kelompok jenis burung;  jenis-jenis burung yang dijumpai adalah Dara Laut (Sterna sp.), Elang Laut (Haliaster sp.) dan Camar Dara (Anous stilodus). 

Adapun Potensi flora pantai di pulau Venu yang dominan adalah Cemara Laut (Casuarina equisetifolia) yang merupakan jenis asli daerah tersebut, Sedangkan jenis-jenis lainnya yang ditemui adalah Putat Laut (Barringtonia asiatica),Dadap Laut (Erythrina sp.), Waru Laut (Hibiscus tiliaceus), Pandan (Pandanus tectorius) dan Ketapang (Terminalia catappa).

(REN/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *