Belanja Masalah di Kampung Desay, Plt DPMK Papua Barat : Banyak Soal yang Harus Kita Jawab

Plt. Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Papua Barat Legius Wanimbo. 144 KK di Bintuni siap terima bantuan BBR. (Foto: ELS)

MANOKWARI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat mendapati banyak masalah saat turun di beberapa kampung di Manokwari, salah satunya di Kampung Desay, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.

Plt Kepala DPMK Papua Barat Legius Wanimbo menyebut, persoalan beberapa kampung beragam diantaranya pertanian, peternakan, kesehatan, hingga perekonomian masyarakat.

Di pertanian misalnya sejumlah petani Kampung Desay menyebut terjadi penurunan produksi padi lantaran harga pupuk yang mahal.

“Petani kepada kami saat itu berharap agar Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang mereka miliki, bisa mengelola subsidi pupuk. Sehingga hal itu bisa meningkatkan kembali produksi padi mereka,” ujarnya.

Di Peternakan, permintaan terhadap daging kambing sangat kurang. Padahal, di kampung itu banyak warga memiliki ternak kambing. Disatu sisi, permintaan daging sapi cukup tinggi tapi tidak banyak dari mereka yang berternak sapi. Padahal, pakan sapi di kampung itu cukup tersedia.

“Soal ini butuh kerjasama pihak pihak terkait. Supaya sektor peternakan di wilayah kampung tetap hidup dan juga menghidupkan perekonomian masyatakat,”

Disektor pendidikan, masyarakat menginginkan adanya Sekolah Menengah Atas. Sebab, sekolah terdekat ada di SP4 Prafi yang jaraknya cukup jauh, sedangkan banyak anak usia sekolah di kampung tersebut.

“Memang untuk SMA menjadi kewenangan Kabupaten. Nanti coba kita koordinasi kembali,” ungkapnya.

Selanjutnya, di sektor kesehatan, di kampung itu sebelumnya terdapat 19 kasus stunting, namum sudah ditangani dan saat ini tersisa 9 kasus. Kader dan petugas yang menangani dilaporkan bekerja dengan baik.

Selain menemukan persoalan, DPMK juga mengapresiasi sejumlah kampung yang berusaha secara mandiri dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

“Menagement BumDes mereka berjalan baik. Seperti pengelolaan beras dengan sistem terima dan salurkan. Ada juga pengelolaan Bus sebagai jasa transportasi yang kemudian mendatangkan income bagi kampung,” terangnya, sembari mengatakan bahwa dinasnya akan menyasar kampung lain untuk belanja masalah.

“Nanti kita gilir lagi ke kampung kampung lainnya,” tambahnya.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *