Benarkah Ada Mafia Lapak di Pasar Wosi Manokwari ?

Bagian tengah Pasar Wosi Manokwari, bekas lapak pedagang yang terbakar Senin (9/5). Insiden itu kini memunculkan dugaan adanya mafia lapak. (Foto : RED)

MANOKWARI – Kebakaran Pasar Wosi Manokwari, Senin (9/5) subuh menyisakan kepedihan bagi para korban. Namun dibalik insiden itu juga memunculkan dugaan adanya Mafia.

Sejumlah pedagang mengaku selama ini membayar retribusi bulanan tak hanya kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari, tapi juga membayar iuran kepada oknum tertentu.

Pengakuan ini terungkap saat para pedagang korban kebakaran berkumpul untuk menyepakati 8 poin yang kemudian disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Saya dengar pengakuan pedagang jika ada setoran bulanan kepada oknum tertentu. Padahal mereka juga membayar retribusi kepada pemerintah daerah,” ujar Mugiono anggota DPR Provinsi Papua Barat di Manokwari.

Anggota DPR Papua Barat Mugiono. (Foto : RED)

Menurut dia langkah tegas penertiban lapak liar oleh Bupati Manokwari Hermus Indou S.IP., MM dinilai tepat, namun harus pula ditertibkan retribusi tak jelas kepada oknum atau mafia lapak.

Bupati juga melarang penjualan bensin dan minyak tanah di lapak liar karena rawan dan bisa memicu terjadinya kebakaran. Penertiban itu bertujuan mencegah kejadian (kebakaran) yang tidak diinginkan.

“Saya setuju ditertibkan. Pedagang masuk dan berjualan karena ada ‘pintu’ yang dalam tanda kutip bukan lewat pemerintah. Alangkah baiknya dibersihkan juga oknum-oknum itu,” paparnya.

Salah satu hal yang mengherankan adanya beberapa lapak liar di lokasi itu yang turut menjual judi Toto Gelap alias Togel.

Saat ini yang terpenting bagaimana menyiapkan pasar darurat agar para pedagang kembali berjualan. Dan, Pemkab Manokwari sedang menyiapkan itu.

Bupati Manokwari Hermus Indou saat meninjau Pasar Wosi belum lama ini. Lapak liar di jalan lingkar lokasi pasar segera dibongkar. (Foto : RED)

Bupati Hermus Indou mengingatkan pedagang tidak lagi menempati lapak liar di sekitar jalan melingkar pasar, karena akan dibongkar. Penataan pasar sementara dilakukan secara bertahap dan akan dibangun pasar permanen.

“Pasar Wosi akan dibangun baru tahun 2024 dilengkapi beberapa bagian termasuk UPTD Pasar” paparnya.

Persiapan pengerjaan pasar darurat diperkirakan berlangsung secepatnya agar para pedagang (korban kebakaran) segera bisa kembali berjualan. (RED/NN)

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *