BMKG Ingatkan Potensi Gempa-Tsunami Sesar Tarera Aiduma Kaimana

Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami yang digagas BMKG Stasiun Geofisika Kota Sorong di Kaimana, Kamis (9/11/2023). (Foto: REN)

KAIMANA – Sesar Tarera Aiduma Kaimana berpotensi mengakibatkan gempa dan Tsunami. Ini patut diwaspadai meski jaraknya 80 km di bagian laut selatan.

Plt. Deputi Bidang Geofisika BMKG Pusat Hanif Andi Nugraha memaparkan hasil kajian dengan guncangan magnitudo maksimum dari tingkat ancaman 7,8 SR.

“Kajian itu dengan perkiraan waktu tiba gelombang Tsunami hanya 7 menit,” terangnya saat Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami yang digagas BMKG Stasiun Geofisika Kota Sorong, Kamis (9/11/2023).

Kajian itu bukan tanpa data, sebab catatan BMKG menunjukan terjadi 852 getaran gempa di Kaimana sejak tahun 2019. Dengan demikian tingkat kewaspadaan dini menjadi sangat penting.

Rinciannya 44 gempa tahun 2019, 130 gempa tahun 2020, 153 gempa tahun 2021, 139 gempa tahun 2022 dan meningkat 326 kali gempa hingga November 2023.

Masyarakat Kaimana diimbau tak lengah dan sebaliknya meningkatkan upaya mitigasi bencana gempa dan Tsunami sebagai langkah antisipasi.

“Resiko bencana gempa dan tsunami dapat dikurangi dengan upaya mitigasi terencana juga terukur, melibatkan semua pihak termasuk masyarakat,” sebutnya lagi.

Menurut dia wujud implementasi Early Warning Early Action agar masyarakat siaga tsunami atau Tsunami Ready Community. Itu sejalan dengan inisiatif global Early Warning For All yaitu, memastikan masyarakat dunia mendapatkan peringatan dini hingga tahun 2027.

Asisten I Setda Kaimana Luther Rumpombo mengaku pentingnya strategi pencegahan dan kesiapsiagaan baik pemerintah, akademisi, lembaga usaha, media dan juga masyarakat.

“Diharapkan edukasi sekaligus membangun kapasitas dan kapabilitas kesiapsiagaan semua pihak dengan tujuan keselamatan jiwa manusia,” singkatnya.

(REN/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *