Delegasi GFC Bakal Amati Burung Cenderawasih dan Keunikan Burung Pintar di Manokwari

Tim kerja persiapan iven Governors Climate and Forest (GCF) Task Force 16-20 Juli 2023 di Manokwari, Papua Barat. (Foto: ELS/NN)

MANOKWARI – Governors Climate and Forest (GCF) Task Force atau pertemuan para gubernur membahas iklim dan hutan akan berlangsung 16-20 Juli di Manokwari, Papua Barat.

Salah satu agenda nanti adalah field trip atau studi lapangan ke Kampung Kwau dan Mokwam, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.

“Delegasi bisa amati sumber daya alam juga wisata pengamatan burung Cenderawasih juga bagaimana burung pintar dengan keunikan sarangnya ,” ujar Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat Profesor Charlie D. Heatubun, Rabu (5/7/2023).

Menurut dia wisata itu tentu dapat mendongkrak ekonomi masyarakat setempat, namun sebaliknya bagaimana bisa menjaga keseimbangan alam di tempat itu.

Sementara tiga hari sebelumnya kegiatan diisi workshop dengan harapan berbagi pengalaman termasuk saling belajar satu sama lain antar sesama anggota GFC.

Sesuai rencana Ketua GFC Wiliam Boyd dan koordinator dari Mexico Silvia Lana akan hadir di Manokwari. Juga hadir mitra global dan nasional dalam rangka penguatan kapasitas GFC

“Dengan harapan terkait komitmen berkelanjutan menjaga 70 persen hutan dan 50 persen laut demi kepentingan masyarakat. Kapasitas juga untuk skema iklim global,” bebernya.

Prof Charlie juga meyakinkan jika Papua Barat mencari skema yang cocok, misalnya bagaimana menjaga stok karbon hutan sebagai upaya untuk merawat iklim. Skema itu seperti penurunan emisi yang dilakukan Provinsi Kalimantan Timur.

Seperti diketahui GCF TF merupakan negara atau provinsi yang fokus terhadap iklim dan hutan, pencetusnya adalah mantan Gubernur California, Amerika Serikat, yang juga bintang film Arnold Schwarzenegger.

Prof Charlie mengaku kemungkinan besar kegiatan ini juga melibatkan 4 DOB Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah.

Tentunya dengan tujuan diantaranya mengurangi efek gas rumah kaca.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *