Ditkrimsus Segera Tertibkan Antrian BBM di SPBU Sanggeng Manokwari

Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat Kombes Polisi Romylus Tamtelahitu, (Foto: RED)

MANOKWARI – Ditrkimsus Polda Papua Barat menerima banyak keluhan terkait dugaan praktik para ‘pemain’ BBM di SPBU Sanggeng Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Keluhan terbaru terungkap saat rapat bersama Ditkrimsus, Pertamina dan juga perwakilan SPBU Sanggeng.

“Memang ada laporan praktik BBM yang tidak sehat di SPBU Sanggeng,” beber Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat, Kombes Polisi Romylus Tamtelahitu, Selasa (19/7).

Menurut dia, yang membedakan dengan SPBU Sowi IV dan SPBU Jalan Esau Sesa adalah praktik BBM melibatkan kendaraan kecil atau roda dua.

“Laporan lain juga adalah kerap petugas SPBU diancam, ini tidak boleh. Perilaku nakal inilah yang kita tertibkan,” terangnya.

Setelah penertiban di dua SPBU sebelumnya, kini Ditrkimsus segera dalam waktu dekat melakukan hal yang sama di SPBU Sanggeng.

Romylus tak menampik tiga SPBU itu menjadi prioritas penertiban, sejalan dengan instruksi Kapolda Papua Barat Irjen Pol Drs Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A.

Ditambahkan SPBU Sanggeng berfungsi untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.

Sejumlah kendaraan roda empat hasil penertiban di di SPBU di Manokwari, hingga Kamis (21/7) masih berada di Polda Papua Barat.

“Yang namanya BBM wajib dinikmati semua orang, jangan ada praktik curang apalagi intimidasi. Dalam waktu dekat kita masuk ke SPBU Sanggeng,” tegasnya.

Sejak akhir pekan lalu Ditkrimsus bersama Dit PAM OBVIT dan Ditlantas menggelar operasi penertiban di dua SPBU di Manokwari. Hasilnya dari 33 kendaraan yang diperiksa, 17 diantaranya diduga menyalahi aturan seperti jual beli BBM subsidi, melakukan tab dengan tengki modifikasi, juga memalsukan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) demi mengantri BBM subsidi.

“Perintah pak kapolda, masyarakat harus mendapat hak BBM subsidi. Kita intensif, memantau dan turun lapangan untuk memastikan tak ada antrian akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab,” singkatnya. (RED/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *