Dua Bulan Belum Digaji, Petugas Kebersihan Blokade Jalan di Manokwari

Foto: Blokade jalan oleh petugas kebersihan di Manokwari, Papua Barat, Jumat (21/6/2014). Mereka menuntut pembayaran gaji dua bulan yang belum terealisasi. (RED/NN)

MANOKWARI – Puluhan petugas kebersihan di Manokwari, Papua Barat, memblokade jalan Pahlawan sejak Jumat (21/6/2024) pagi. Aksi ini merupakan yang kedua dalam satu bulan terakhir.

Mereka memblokade jalan dengan cara memarkir truk di tengah jalan. Tak sedikit sampah juga yang dihamburlan di beberapa titik jalan.

“Kami dijanji kemarin tanggal 3 mau dibayarkan, tetapi sampai sekarang belum juga. Kami tuntut hak, karena dijanjikan akan dibayar dari aksi pertama bulan Mei lalu,” ujar Obet Mandowen, petugas kebersihan.

Tuntutan hak gaji mereka, lanjut dia sangat mendesak karena tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Mau daftar anak sekolah, untuk makan dan banyak kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi. Kita kerja siang dan malam,” tegasnya.

Sejumlah petugas juga menyampaikan kekecewaannya karena merasa dibohongi oleh pemerintah daerah. Mereka menyebut pemkab Manokwari hanya memberi janji kosong alias janji palsu.

Plt Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Freddy Risamasu mengaku transfer gaji petugas kebersihan akan dibayarkan pada Senin (24/6/2024).

“Saya sudah koordinasi dengan bendahara keuangan, informasi dari sana mengatakan Senin gaji ditransfer,” bebernya.

Meski demikian penyampaian itu dinilai para petugas kebersihan sebagai janji yang belum bisa dipastikan. Sebab, hal yang sama juga dijanjikan saat aksi pertama lalu.

Aksi ini berakhir setelah difasilitasi Kapolresta Manokwari Kombes Rivadin Benny Simangunsong dengan kesepakatan pembayaran gaji Senin nanti.

Kapolresta juga meminta kepastian kepada dinas terkait untuk realisasi pembayaran hak-hak petugas kebersihan.

“Hanya jangan lagi blokade jalan. Kalau mau saya fasilitasi. Saya sudah minta jaminan agar pembayaran gaji petugas kebersihan segera,” ujarnya.

Akses kendaraan di jalan tersebut memang kembali lancar usai aksi, namun petugas kebersihan mengancam akan melakukan mogok kerja dan memarkir truk sampah di kantor bupati jika hak mereka masih diabaikan.

(RED/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *