BI Perwakilan Papua Barat Belum Terima Laporan Uang Palsu di Distrik Salawati



Foto : Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat, S Dony H Heatubun (tengah).

MANOKWARI, Nokennews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua Barat, belum menerima laporan terkait informasi peredaran uang palsu di Distrik Salawati.

Sebelumnya tersiar kabar jika masyarakat di Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, sempat resah dengan beredarnya uang palsu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua Barat, S. Dony H Heatubun mengatakan informasi serupa pernah diterima jelang perayaan Idul Fitri lalu.

“Kami belum terima laporan soal informasi peredaran uang palsu di Salawati,” akunya, Kamis (12/12/2019) kepada wartawan di Manokwari.

Menurutnya daerah asal jaringan peredaran uang palsu sudah diketahui berdasarkan nomor seri yang pernah diamankan pihak berwajib.

“Peredaran uang palsu paling tinggi di Jawa Timur, kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jabodetabek,” papar Dony.

Cara paling jitu untuk membedakan uang asli dan palsu, lanjut dia adalah dengan cara 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang. Bisa juga dengan menggunakan mesin sinar X.

“Kita terus berupaya dengan sosialisasi 3D agar masyarakat bisa membedakan uang asli dan palsu. Misalnya benang merah yang tidak dimiliki uang palsu,” ungkapnya.

BI Perwakilan Papua Barat berencana kembali menggelar sosialisasi terkait keaslian uang di daerah pesisir, termasuk di Salawati.

Padahal, sosialisasi yang dimaksud baru digelar bulan November lalu, melalui kas keliling BI Perwakilan Papua Barat di Raja Ampat.

“Tugas kami mendistribusikan dan menarik uang yang tidak layak beredar. Kami akan intens gelar sosialisasi,” singkat Dony sembari mengaku sosialisasi pernah dilakukan di Kabupaten Pegunungan Arfak. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan