Hasil Pengrajin Noken Kini Lebih Berkualitas Berkat Bank Indonesia



Pelatihan mesin pintal Noken digagas Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat dan Dekranasda. Menghasilkan Noken yang berkualitas. (Dok.BI Pabar)

MANOKWARI – Perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua Barat, mengenalkan mesin pintal Noken. Hasil pembuatan Noken dari mesin ini, lebih efisien dan kualitasnya terjamin.

Selama tiga hari (27-29 April), 4 kelompok pengrajin Noken digandeng BI Papua Barat bersama Dekranasda dalam pelatihan mesin pintal Noken. Setiap kelompok mendapat bantuan satu mesin pintal termasuk bahan baku berupa melinjo/mahkota dewa/gersen hutan dan peralatan pendukung.

Mesin pintal Noken membantu pengrajin menghasilkan noken lebih cepat, kualitas produk terjaga sesuai desain mesin untuk memenuhi kebutuhan pasar. Mesin ini juga memudahkan pembuatan tidak memerlukan proses melinting di atas kulit kaki.

Sebelumnya, pengrajin membuat Noken secara manual. Melinting serat kayu (bahan baku) pada bagian kaki yang berdampak pada kondisi fisik pengrajin. Proses ini juga tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama agar lintingan serat kayu menjadi halus.

Mesin pintal Noken dirancang Yayasan Nirudaya Nusantara dan didukung teknologi sistem control push on pedal dengan pasokan 80 watt. Di sini, pengrajin tak lagi melakukan teknik pengayuh sepeda manual.

Body mesin terdiri dari kayu limbah dan limbah lapis sehingga lebih ringan untuk dibawa kemana-mana namun tetap berkualitas.

Pelatihan ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara Bank BI dan Dekranas 3 Maret 2021, ditandatangani Ketua Umum Dekranas Ny.Wury Wa’ruf dan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Donny P Joewono.

Salah satu isi kerja sama itu adalah bantuan teknis berupa pelatihan dan pendampingan, sarana dan prasarana, sesuai kebutuhan para pengrajin. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan