Megaproyek Kereta Api Papua Barat Dimulai Tahun 2020

Rekomendasi Daerah Dinanti



Foto : Penyerahan surat minat dari Investor untuk pembiayaan megaproyek perkeretaapian Papua Barat. (istimewa)

MANOKWARI, Nokennews.com – Proyek pembangunan rel kereta api di Papua Barat, direncanakan dimulai tahun 2020. Pemerintah provinsi Papua Barat, pun telah menyiapkan berbagai persyaratan untuk mendukung rencana megaproyek tersebut.

Dikabarkan sudah ada pihak ketiga atau investor yang siap membiayai pekerjaan tersebut. Hanya saja beberapa persyaratan penting masih harus disiapkan.

Beberapa syarat seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pembebasan lahan dan Alih fungsi lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu dibutuhkan pula rekomendasi dari Bupati dan Walikota Sorong. Pasalnya pembangunan rel kereta api sepanjang 500 KM, dimulai dari Kabupaten dan Kota Sorong, menuju Manokwari.

Jika semua sesuai rencana, proyek yang ditaksir menguras anggaran Rp.38 Triliun ini, direncanakan memulai groundbreaking (peletakan batu pertama) tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Agustinus Kadakolo, Senin lalu di Manokwari, menyebut Gubernur Papua Barat, siap menerbitkan rekomendasi. Tetapi, ini baru dilakukan setelah lahirnya rekomendasi dari Bupati dan Walikota Sorong.

Foto : Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Agustinus Kadakolo.

“Rekomendasi kepala daerah tinggal dari Bupati kabupaten Sorong. Kalau dokumen AMDAL sudah siap tahun lalau, tetapi harus direvisi kembali,” terangnya.

Soal alih fungsi lahan hutan yang bakal menjadi trayek kereta api, akan dibahas bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kabarnya beberapa lintasan rel kereta api bakal melewati kawasan hutan lindung.

Satu hal penting lain yang disingung adalah pembebasan lahan. Pemprov Papua Barat, sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk kelancaran pengerjaan tahap awal. Setelah itu barulah pengajuan dokumen ke Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Di sisi lain, Gubernur Papua Barat, telah bertemu dengan pihak investor sebagai pihak ke tiga yang akan mengerjakan proyek tersebut. Hasilnya, pihak investor menyanggupi pembiayaan dan pemasangan rel hingga stasiun.

Tentu kehadiran kereta api di Papua Barat, menambah ragamnya akses transportasi antar kabupaten/kota, termasuk memperlancar mobilitas penumpang dan barang.

Alternatif baru moda transportasi ini diyakini membuka isolasi daerah terpencil dan ikut meningkatkan berbagai sektor pembangunan sesuai harapan masyarakat. (NK1/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan