Sempat Lesu Akibat Covid-19, Sektor Ekonomi Pabar Mulai Tergerak



Foto : Pelaksana tugas Kepala BI Perwakilan Papua Barat, Joko Supratikno. (N1/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Papua Barat, menilai beragam sektor ekonomi di Papua Barat, perlahan mulai nampak.

Meski tak seperti sebelum wabah pandemi Covid-19, namun ini dinilai sebagai kemajuan menuju era tatanan kehidupan baru (New Normal).

Pelaksana tugas Kepala BI Perwakilan Papua Barat, Joko Supratikno mengutarakan banyak aktivitas ekonomi masyarakat yang kembali berjalan, meski belum normal.

“Apa tang dilakukan pemerintah menghadapi Covid-19, baik pusat dan daerah, mulai nampak. Salah satunya aktivitas ekonomi mulai kembali tergerak,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/6/2020) di Manokwari.

Ia tak menampik jika sektor ekonomi cukup lesu saat Covid-19 mulai melanda Indonesia, termasuk Papua Barat.

Secara khusus BI Papua Barat, mengambil beberapa kebijakan khusus untuk pengambangan UMKM selama pandemi Covid-19. Diantaranya menerapkan sistem digitalisasi.

Dicontohkan pembinaan klaster UMKM BI yang sebelumnya dilakukan langsung dengan pelatihan ke daerah lain, kemungkinan diubah sementara melalui virtual video.

“Selain itu, biasanya masyarakat melakukan transaksi tunai, tetapi karena Covid-19, mungkin bisa melakukan transaksi non tunai. Ini yang sedang kita upayakan,” bebernya.

Joko juga menilai pemerintah juga memberi kelonggaran untuk kembali menghidupkan aktivitas perekonomian, termasuk di daerah. Misalnya kelonggaran Restrukturisasi kredit bagi masyarakat.

“Jika pemerintah tidak mengambil kebijakan, kondisi akan semakin sulit. Makanya diajukan tetapi tetap dengan pembatasan-pembatasan tertentu,” ungkap Deputy senior ini.

Mantan Kepala BI provinsi Papua ini, juga menyebut Deflasi terjadi akibat menurunnya permintaan, karena kegiatan ekonomi yang juga minim sejak pandemi Covid-19.

“Tingkat Deflasi bulan ini dan sebelumnya hanya 0,01 persen dan tidak terlalu tinggi,” sebutnya.

Meski demikian ada keuntungan dalam tanda kutip Deflasi, namun tidak begitu berpengaruh terhadap kenaikan harga barang karena masih bersifat normal dan bisa dijangkau masyarakat. (N1/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan