Stok Bapok Aman, 9 OPD Lapor Gubernur Bahas Dampak Ekonomi



Kepala Biro Perekonomian Setda pemprov Papua Barat, Jefry JV Auparay. (red/nn)

MANOKWARI – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Manokwari dan Kota Sorong, menjadi perhatian serius Pemprov Papua Barat. Ini pun diantisipasi akan dampak perekonomian di dua daerah tersebut.

Kepala Biro Perekonomian Setda pemprov Papua Barat, Jefry JV Auparay mengaku akan ada rapat pimpinan OPD bersama Gubernur Papua Barat, membahas hal-hal penting terkait dampak ekonomi saat PPKM Darurat.

“Manokwari dan Kota Sorong sebagai pintu masuk dan jadi prioritas karena COVID-19 meningkat tajam. Kita bahas bersama hal signifikan mendasar untuk pergerakan ekonomi selama PPKM Darurat,” ujarnya di Manokwari, Selasa (13/7/2021).

Ia mengaku pertemuan yang digelar hari ini, juga membahas ketersediaan bahan pokok makanan, sekaligus memberi laporan kepada gubernur terkait situasi ekonomi Papua Barat, saat ini.

“Untuk stok Bapok tetap aman hingga tiga bulan ke depan. Bulog Kota Sorong, Manokwari dan kabupaten Fakfak, sudah nyatakan stok aman,” bebernya.

Baginya, kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan Bapok saat pandemi menjadi hal serius yang sudah diantisipasi oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Terutama untuk Kota Sorong dan Manokwari dengan kebijakan PPKM.

“Pemerintah lakukan tugasnya, masyarakat juga harus sadar COVID-19 itu nyata. Taati protokol kesehatan dan kurangi aktivitas yang tidak urgen di luar rumah,” pesan Jefry.

Ia menilai membludaknya angka COVID-19 di Manokwari dan beberapa daerah lain di Papua Barat, akibat banyaknya aktivitas masyarakat yang tidak terkendali.

Jauh sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyatakan sektor ekonomi menjadi hal penting yang diperhatikan selama masa pandemi COVID-19.

Berbagai bantuan termasuk Bapok telah disalurkan di seluruh kabupaten/kota di Papua Barat, dengan tujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi. (red/nn)

Author

admin

Tinggalkan Balasan