Emban Tugas Baru, Niko Tike Sebut Pentingnya Staf Sejak Irjabar Hingga Papua Barat

Niko Tike menerima SK penunjukan sebagai pelaksana tugas Kepala BPSDM dari PJ Sekda Papua Barat Jacob Fonataba. (Foto: ELS)

MANOKWARI – Nikolas Untung Tike, SE., MM mengemban tugas baru sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua Barat. Ia juga masih sebagai staf ahli gubernur bidang ekonomi pembangunan.

Tugas baru itu sejak Senin 16 Oktober 2023, setelah penyerahan SK oleh Pj Sekda Papua Barat Jacob Fonataba, di kantor gubernur.

Banyak suka dan duka sejak mengabdi sebagai ASN untuk Papua Barat.

“Saya termasuk empat orang terakhir yang masih aktif dari jamannya almarhum Bram Atururi sejak provinsi ini bernama Irian Jaya Barat. Saya, pak Djalimun, satu di Dinas Sosial dan satu staf di Biro Organisasi,” bebernya kepada nokennews.com Jumat (20/10/2023).

Ia jauh sebelumnya berkarir di Bappeda Kabupaten Sorong dan 2004 silam mulai masuk provinsi Irian Jaya Barat (waktu itu-red).

Selang waktu berjalan ia menjabat Kepala Dinas Perpustakaan tahun 2007. Kemudian menjabat Kadispora tahun 2010.

“Karena ulah oknum.staf, saya hanya berapa bulan jabat Kadispora,” kisahnya.

Niko tak mempermasalahkan hal itu karena tetap percaya kinerjanya akan berbuah, apalagi bekerja demi kepentingan masyarakat.

Ia percaya kolaborasi dengan staf merupakan hal positif, bahkan masih dikedepankan hingga ini. Salah satunya mengutamakan hak-hak staf.

“Saya orangnya tahu diri, tidak mengambil hak orang. Staf bagi saya itu sangat penting. Tanpa mereka kita belum tentu bisa melaksanakan tugas dengan maksimal,” paparnya.

Mengemban jabatan apa pun baginya tak soal, asalkan kerja totalitas demi kesejahteraan masyarakat. Itu jadi pegangan sejak Papua Barat bernama Irian Jaya Barat.

“Sekarang dipercaya pelaksana tugas kepala BPSDM. Saya sabar dan percaya semua atas rencana Tuhan. Yang penting kerja bersama staf demi kepentingan masyarakat,” ucapnya lagi.

Niko mengaku karakter pejabatnya dengan mengedepankan kepentingan masyarakat terbentuk sejak zaman Irian Jaya Barat.

“Kerja maksimal, gandengn staf untuk maksimalkan program pembangunan, bukan malah hancurkan staf,” singkatnya.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *