Hanya Kepiting Yang Pernah Ekspor Dari Manokwari, Kakao Premium Ransiki Tidak Tercatat

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KP Bea Cukai Manokwari, Encep Kuswoyo.

MANOKWARI – Pengiriman Kakao PT. Eiber Suth Cokran Ransiki, Kabupaten Mansel, dari Pelabuhan Manokwari selama ini, tidak tercatat sebagai pengiriman Ekspor, meski biji kakao premium ini sampai ke negara tujuan di Eropa.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KP Bea Cukai Manokwari, Encep Kuswoyo menyebut, pengiriman ekspor langsung yang tercatat di Manokwari selama ini adalah Semen Conch, klinker, termasuk kepiting.

“Kepiting pernah diekspor langsung ke negara tujuan via bandara menggunakan pesawat Garuda pada tahun 2022. Tapi saat ini maskapaianya sudah tidak beroperasi di Manokwari,” ungkapnya, Jumat kemarin.

Soal Kakao kata dia, yang dilakukan selama ini adalah pengiriman lokal melalui daerah lain salah satunya Pelabuhan Surabaya.

“Jadi kategorinya pengiriman lokal. Dari Surabaya ke negara tujuan, itu yang tercatat sebagai pengiriman ekspor.
Disini, yang mendapatkan PNBP adalah daerah pengirim,” terangnya.

Soal ini kata dia, butuh sinergi bersama Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah agar tanah Papua yang memiliki sumber daya alam melimpah, bisa melakukan pengiriman ekspor langsung.

Sebab, keuntungannya ada di pemerintah daerah dari sisi Dana Hasil Ekspor dan nama Manokwari, Papua Barat akan tercatat diperdagangan nasional.

“Ada pendapatan lain yang diterima pemerintah daerah jika pengirimanna langsung,” tandasnya.

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *