Den Inteldam XVIII/Kasuari Sita Ribuan Botol Miras di Manokwari

Pangdam : Jangan Coba-coba !



Foto : Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau saat meninjau hasil sitaan miras di Manokwari, Jumat (17/4/2020) malam. (pzk/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Detasemen Intelejen (Denintel) Kodam/XVIII Kasuari Papua Barat, Jumat (17/4/2020) siang hingga malam, menggrebek lokasi penjual Minuman Keras di Manokwari, Papua Barat.

Penjual miras di Manokwari yang menjadi target operasi diantaranya Amban, Reremi KPR, Nusantara 4 Wosi, Wosi Dalam, Kios Merah Jalan Baru dan sebuah kios di Anday.

Bahkan, sebuah mobil dobel cabin yang mengangkut miras ikut diamankan di daerah Reremi KPR. Mobil berwarna hitam itu diketahui baru saja tiba dari luar daerah dan mengangkut miras.

Foto : Miras berlebel yang diamankan Den Inteldam XVIII/Kasuari di Manokwari, Papua Barat. (pzk/nn)

Sebanyak 1.115 botol dan kaleng miras berlebel, berhasil disita. Operasi pembersihan miras ini dibilang kilat karena berlangsung sejak siang hingga malam.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, mengatakan kehadiran miras memicu beragam tindakan kriminal yang sering terjadi di Manokwari.

“Banyak keluhan masyarakat yang saya terima tentang miras ini. Ternyata benar, miras masih dijual terang-terangan,” jelasnya saat meninjau hasil operasi, Jumat malam di markas Den Inteldam.

Pangdam geram karena anggotanya berupaya membersihkan miras lokal di daerah pinggiran dan kampung, ternyata miras berlebel marak beredar di kota Manokwari.

Foto : Anggota Den Inteldam XVIII/Kasuari saat mengamankan miras di Anday, Jumat (17/5/2020) sore. (pzk/nn)

“Jangan ada oknum anggota, baik Kodim maupun Kodam, yang ikut backup peredaran miras di Manokwari. Saya proses itu,” tegasnya.

Ia berpesan bagi oknum penjual miras agar berhenti mengedarkan miras di kota Manokwari, apalagi jelang bulan Puasa nanti.

Hasil tangkapan miras ini sekaligus menepis anggapan publik jika aparat hanya menangkap penjual kecil (miras lokal), sementara penjual miras berlebel bebas bertransaksi.

Ribuan botol dan kaleng miras ini diantaranya Red Lebel, Whisky Robinson, Martel, VSOP, Anggur Merah dan Bir Kaleng. Beberapa penjual sengaja mengakalinya dengan menyimpan rapat-rapat dan menyangkal saat ditanyai petugas saat penggrebekan. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan