Di Manokwari, Ada IRT dan Anak Pejabat Cium Lem Aibon



Foto : BNN Papua Barat merilis hasil penanganan kasus Narkoba Tahun 2019.

MANOKWARI, Nokennews.com – Masalah pecandu Aibon pada umumnya menimpa anak usia remaja di Manokwari. Ini menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat.

Bahkan, seorang ibu rumah tangga (IRT) diketahui mencium Lem Aibon, berdasarkan temuan Bidang Pencegahan dan Pelayanan Masyarakat (P2M), BNNP Papua Barat.

Kabid Pencegahan dan Pelayanan (P2M) BNNP Papua Barat, drg. Indah Perwitasari, SKg membenarkan hal tersebut.

“Saya temukan ada ibu rumah tangga yang juga menghirup Lem Aibon,” akunya saat rilis capaian akhir tahun BNN Papua Barat, Senin (17/12/2019) di Manokwari.

Ia menjelaskan saat itu hendak menjemput anak pecandu Aibon di sebuah lokasi di Manokwari, guna mengikuti out bond yang digelar BNN Papua Barat di Andai, Distrik Manokwari Selatan.

“Dalam satu rumah terdapat lima anak, tiga diantaranya pecandu Aibon. Ibunya juga cium Aibon,” bebernya.

Saat ini BNN Papua Barat menempatkan masalah kecanduan terhadap Aibon tidak hanya untuk kelas menengah ke bawah, tetapi juga berlaku untuk kelas menengah ke atas.

Foto : BNN Papua Barat usai merilis capaian kinerja sepanjang Tahun 2019.

“Ada juga anak pejabat yang memakai lem Aibon. Kita berupaya lakukan pencegahan dan pendampingan,” bebernya.

Indah yang merupakan Dokter gigi ini juga mengklaim jika pecandu Aibon sangat mudah terpengaruh dan beralih ke Ganja.

“Aibon ini sebagai gerbang pintu masuk anak-anak untuk beralih ke Ganja. Ini yang sedang kami upayakan dengan program pencegahan Tahun 2020 nanti,” katanya.

Ke depan, BNN Papua Barat akan penjangkauan, pendampingan dan pencegahan untuk mengatasi masalah Aibon, dengan tujuan menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Lewati Target, Rekor Baru

Disisi lain BNN Papua Barat berhasil melewati target 6 kasus narkoba yang dibebankan BNN pusat Tahun 2019. Sembilan kasus berhasil diungkap dengan 13 tersangka yang semua tersangkanya Laki-laki.

Sementara jumlah barang bukti juga meningkat, 9 kasus Sabu dengan berat BB 269,99 Gram dan 311 Gram Ganja. Ini merupakan rekor baru tangkapan BNNP Papua Barat.

Plt.Kabid Penindakan BNN Papua Barat, R Kbarek menambahkan penanganan kasus Sabu dan Ganja akan ditingkatkan sesuai anggaran operasional.

Sejauh ini Sorong dan Manokwari menjadi daerah dominan penyebaran Narkoba.

“Kami terkendala anggaran karena sering koordinasi dan itu pun harus ke Sorong atau Jayapura. Semoga ke depan dimudahkan dengan dukungan anggaran,” singkatnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan