Dua DPO Sindikat Ilegal Mining Dibekuk, Polisi Kejar 1 di Makassar



Foto : Empat tersangka penambang emas ilegal yang ditangkap Direktorat Reskrimsus Polda Papua Barat, belum lama ini. (els/nn)

MANOKWARI. Nokennews.com – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat, menangkap FL dan HA, dua DPO sindikat ilegal mining di Papua Barat.

Keduanya berperan sebagai penadah dari aktifitas penambangan emas ilegal di Minyambouw dan Katubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Kapolda Papua Barat, Dr. Irjen Pol. Tornagogo Sihombing, S.IK, M.Si mengatakan FL dan HA merupakan dua dari 3 DPO yang berhasil ditangkap. Keduanya, FL dan HA ditangkap 18 Juli 2020.

Ketiga DPO tersangka tindak pidana pemegang IUP atau IUPK operasi produksi, menampung, memanfaatkan, melakukan pengelolaan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan Mineral Batubara yang bukan pemegang IUP, IUPK atau Izin.

‘FL dan HA satu paket dengan tersangka AG, AR, AS dan RS yang ditangkap sebelumnya. Tim masih memburu MA di Makassar, yang juga DPO,” ujar Kapolda melalui Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Senin (10/8/2020).

Foto : Direktur Reskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu. (ajm/nn)

FL diketahui sebagai pemodal dengan mengirim uang tunai melalui rekening kepada HA dan AG, untuk membeli emas Ilegal. Sedangkan HA sebagai penerima modal dan turut membeli emas ilegal du Manokwari.

“Berkas FL dan HA sudah rampung dan sudah pelimpahan berkas Tahap I ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat,” bebernya.

Berkas tersangka AG, AS, AR dan RS dinyatakan P21 dan sudah dilimpahkan ke Kejati Papua Barat, 10 Agustus 2020. Termasuk barang bukti uang tunai Rp.250 juta dan 1,6 kg emas setara Rp.1,2 miliar. Juga buku rekening, kartu ATM, bukti transfer serta timbangan emas, 1 Juni 2020.

Para tersangka dikenakan pasal 161 UU RI Nomor 4 Tahun 2009, tentang pertambangan ilegal mineral dan Batubara, Jo pasal 56 dan pasal 55 UU KUHP.

“Kami butuh Informasi, khususnya masyarakat di tempat aktivitas penambangan Ilegal di Papua Barat,” harapnya. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan