Edo Kondologit : Harus Ada Perubahan, Benahi Penegakan Hukum di Tanah Papua



Foto : Edo Kondologit, ikut berorasi saat demo di Polres Sorong Kota, Senin (31/8/220). (sws/nn)

SORONG, Nokennews.com – ‘Kami tidur di atas Emas, berenang di atas Minyak. Kami tak mau bersalah pada anak-anak cucu, ‘Harus Ada Perubahan’.

Demikian sepenggal bait lagu berjudul ‘Suara Kemiskinan’ yang sering dilantunkan musisi Edo Kondologit, dalam beberapa kesempatan.

Senin (31/8/2020) siang, ia tidak pentas di panggung seperti biasa. Edo ikut dalam aksi demo bersama warga dan kerabat GKR alias Riko, adik iparnya yang meninggal dunia, Kamis (27/8/2020) malam.

Sebelum meninggal, Riko menjadi tahanan Polres Sorong Kota akibat kasus Curas disertai pemerkosaan. Ia diserahkan pihak keluarga Kamis malam, dan dikembalikan dalam kondisi sudah tak bernyawa, Jumat (28/8/2020) pagi.

Seperti lirik akhir lagu di atas, Edo mendesak perubahan nyata sistem penegakan hukum yang dinilai amburadul terkait kematian adik iparnya.

“Jangan kita hidup dengan sandiwara. Ini membuat Papua tidak Damai karena rasa keadilan masyarakat dicederai dengan penegakan hukum yang amburadul. Harus semua dibenahi, evaluasi total,” tegasnya menjawab pertanyaan wartawan.

Menurutnya Polri sebagai salah satu lembaga penegak hukum sedang giat membenahi kinerja dan sistem untuk melayani serta memenuhi keadilan masyarakat. Namun, kejadian yang menimpa Riko, dianggap pihak keluarga menciderai upaya tersebut.

Foto : Aksi demo oleh kerabat dan keluarga Riko, Senin (31/8/2020) di Polresta Sorong. (sws/nn)

“Jangan karena perbuatan oknum tertentu, lantas dengan alasan SOP membuat opini berusaha melarikan diri dan ditembak. Kita ingin transparan dalam kasus ini,” cetusnya.

Mewakili kerabat dan keluarga, Edo mendesak polisi mengusut tuntas peristiwa meninggalnya Riko secara transparan dengan bukti yang valid.

Ia menyesalkan penganiayaan yang menurut rekaman CCTV dilakukan seorang tahanan, sebelum Riko meninggal dunia. Termasuk upaya melumpuhkan adik iparnya dengan tembakan di kedua kakinya.

“Ditembak kakinya, disiksa, dianiaya. Semua terjadi di lingkungan Mapolres dan harus dipertanggungjawabkan. Kami minta usut tuntas, karena ini pembunuhan,” paparnya.

“Pak Kapolres janji transparan. Kasus ini akan kami adukan ke Divisi Propam Mabes Polri,” ujar Edo, penyanyi jebolan Asia Bagus ini.

Penanganan kasus ini oleh Bidang Propam Polda Papua Barat, atas perintah langsung Kapolda Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, SIK, M.Si. Sudah ada sejumlah anggota Polres Sorong Kota, yang dimintai keterangan.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ari Nyoto Setiawan, juga berjanji mengawal kasus ini hingga tuntas. Siapa pun yang kelak terbukti, diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (NN1/NN)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan