Narapidana Bebas Asimilasi Diklaim Bukan Pelaku Begal di Manokwari



Foto : Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham provinsi Papua Barat, Antonius Matius Ayorbaba, SH, M.Si.

MANOKWARI, Nokennews.com – Narapidana yang bebas berdasarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020, bebas asimilasi dan integrasi di Papua Barat, berjumlah 236 orang.

Dari jumlah itu, dua diantaranya melakukan tindak pidana baru di Manokwari dan Sorong.

Keduanya sudah ditangkap bahkan masuk strap sel, ruangan khusus bagi mereka yang melakukan pelanggaran hukuman.

“Dari hasil pantauan sejauh ini, narapidana bebas program asimilasi bukan pelaku begal di Manokwari,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham provinsi Papua Barat, Antonius Matius Ayorbaba, SH, M.Si, Jumat (8/5/2020) di Manokwari.

Menurutnya, kasus begal yang terjadi du Manokwari, adalah murni kejahatan baru yang saat ini berkembang di masyarakat.

Pihak Kanwil Hukum dan HAM Papua Barat, terus mendalami model penanganan dan motif kejahatan Begal di Papua Barat, secara khusus di Manokwari.

“Kita menganalisis dan mengembangkan berbagai kajian terhadap modus operandi begal berdasarkan perkembangan kota ini (Manokwari),” bebernya.

Ayorbaba mengaku mendapat beberapa laporan yang kini didalami, termasuk berkoordinasi dengan Kapolda Papua Barat dan Dansat Brimob. Terutama terkait 5 Narapidana yang lari dari Lapas Manokwari, Januari 2019.

“Untuk narapidana yang bebas Asimilasi dan kembali melakukan tindak pidana, tidak akan dibebaskan sampai masa hukumannya berakhir. Mereka juga diproses kasus baru ketika yang bersangkutan bebas hukuman sebelumnya,” tegasnya.

Ia menambahkan hal itu merupakan konsekuensi logis dari hukuman tindak pidana baru, yang dilakukan saat masa bebas berdasarkan program Asimilasi dan Integrasi. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan