Penyebar Video Siswa Terlambat Sekolah di Manokwari Terancam Dipolisikan



Foto : Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Manokwari, Margriet Pondajar, M.Pd (kanan) bersama Ishak Sembor, Ketua Komite Sekolah, berjumpa wartawan, Sabtu (14/3/2020).

MANOKWARI, Nokennews.com – Video seorang siswa SMP yang terlambat dan tidak bisa belajar karena terkunci di luar sekolah, sempat viral di media sosial, Kamis (12/3/2020).

Video yang diunggah pemilik akun bernama Niko Gerad Piquete di Facebook ini, dinilai mencemarkan nama baik SMP Negeri 2 Manokwari.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Manokwari, Margriet Pondajar, M.Pd menyesalkan postingan di Medsos yang dinilai sengaja diupload dan terkesan menyalahkan pihak sekolah.

“Siswa yang diwawancarai di facebook ini punya catatan disiplin yang minim. Oknum yang mengambil gambar juga terkesan memojokkan sekolah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/3/2020) di ruang kerjanya.

Pihak SMP Negeri 2 Manokwari beritikad baik dan menginginkan agar oknum yang menyebar video tersebut, datang untuk mengklarifikasi unggahan itu. Jika tidak, langkah hukum akan diambil dengan membuat laporan polisi.

“Kami lihat dalam postingan itu kurang pas. Jujur saja siswa yang diwawancarai ini kurang pandai bicara. Terkesan settingan karena ada pertanyaan soal sekolah yang diulang sampai tiga kali,” bebernya.

Pihak sekolah bersama orang tua siswa menyepakati Tata-tertib, diantaranya bel pertanda jam masuk sekolah, hingga jam gerbang sekolah ditutup. Ini berdasarkan pertemuan bersama tanggal 22 Februari 2020.

“Jam 06.45 WIT bel dibunyikan dan siswa berbaris. Jam 07.00 WIT apel pagi. Yang terlambat masuk barisan sendiri hingga 07.15 WIT. Gerbang ditutup jam 07.30 WIT,” terang Margriet.

Ia yakin aturan tersebut disetujui seluruh orang tua siswa dan sudah waktunya sekolah menegakkan aturan demi membentuk kedisiplinan siswa.

Ketua Komite Sekolah SMP Negeri 2 Manokwari, Ishak Sembor S.Pd, M.Si menambahkan aturan sekolah sangat jelas. Dan, video yang disebarluaskan di FB mencoreng nama baik sekolah.

“Kami beri waktu oknum yang menyebar video untuk datang dan mengklarifikasi. Jika tidak, kami siap mengambil langkah hukum,” tegasnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan