Polda Pabar Sikat Sindikat Penambang Emas Ilegal, 2 Donatur DPO



Foto : Empat tersangka penambang emas ilegal ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat. (ajm/nn)

MANOKWARI, Nooennews.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat, mengungkap sindikat penambangan Emas ilegal di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).

Empat tersangka, masing-masing berinisial AG, AP, AM dan RS, ditangkap beserta barang bukti berupa Emas dan uang yang diduga hasil penjualan ditambah sejumlah bukti lain.

Keempat tersangka memiliki peran tersendiri, seperti pengepul, koordinator lapangan serta ada juga yang berperan sebagai penambang, dalam sindikat pencurian kekayaan SDA ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat, AKBP Romilus Tamtelahitu, membeberkan para pelaku memainkan sindikat besar dengan mendapat pasokan dana dari luar Papua Barat.

“Ada dua pelaku di Makassar, yang bertugas menyuplai dana. Keduanya kini dalam buruan polisi dan sudah ditetapkan masuk DPO,” bebernya saat press rilis di Polda Papua Barat, Rabu (24/6/2020).

Dua DPO di Makassar, FD dan AS, berperan sebagai donatur. Mereka bertugas memasok dana untuk menyokong aktivitas ilegal yang berlangsung selama ini.

Barang bukti yang berhasil disita diantaranya uang berjumlah Rp.250 juta, Emas 1,6 kilogram, buku rekening dan sejumlah ATM.

Hasil dalam bentuk Emas ini dalam bentuk uang mencapai Rp.1,2 Miliar. Sementara Emas tersebut akan dijual di Makassar, dengan tarif Rp.700 Ribu per gram.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, sebelumnya mengaskan tidak berkompromi dengan aktivitas ilegal dalam bentuk apa pun, termasuk penambang Emas ilegal.

Polda Papua Barat, sejauh ini tetap memantau dan melakukan pengembangan aktivitas tambang ilegal di Distrik Catubow dan Minyambauw, kabupaten Pegunungan Arfak.

“Kapolda Papua Barat, menaruh perhatian yang besar untuk hal ini. Dan, kami bertugas untuk membongkar aktivitas para penambang Emas ilegal ini,” singkatnya. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan