Proyek Multiyears Pengaman Sungai di Manokwari, Diduga Bermasalah



Foto : Proyek Multiyears pengaman sungai di Warmare, Manokwari. Pekerja adukan masalah pembayaran hak ke polisi.

MANOKWARI, Nokennews.com – Proyek pengaman Sungai Warmare, di Manokwari, Papua Barat, belum tuntas dan diduga bermasalah. Sejumlah pekerja pun menuntut haknya yang belum dibayar ke polisi.

Dari pengamatan lapangan Nokennews.com, Jumat (26/6/2020), pengerjaan proyek multiyears terbagi menjadi dua, yaitu paket 1 dan 2. Yang diduga bermasalah adalah proyek paket dua (2) yang belum rampung.

Meski demikian, terlihat sejumlah tukang masih bekerja di salah satu titik dinding talud. Namun ada pekerja yang mengaku sejumlah bagian pekerjaan yang belum tuntas. Apalagi tak ditemukan papan proyek di lokasi itu.

Aroma masalah proyek ini pun akhirnya sampai ke Polsek Warmare, dengan empat aduan dari para pekerja proyek, soal pembayaran hak yang belum tuntas.

“Empat aduan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Terakhir kemarin pihak perusahaan membayar 27 juta rupiah kepada salah satu kelompok pekerja,” aku Wakapolsek Warmare, IPTU Tinus, SH.

Ia mengatakan Polsek Warmare siap membantu jika ada laporan serupa yang dibuat pekerja lain dengan aduan yang sama.

Foto : Pekerja Proyek Multiyears pengaman sungai di Warmare, Manokwari.

“Kalau memang tidak ada titik temu antara pihak perusahaan dan pekerja yang menuntut pembayaran hak, tetap diproses lanjut sesuai aturan,” bebernya.

Paket proyek 2 pengendali banjir Warmare ini bersumber dari APBN 2017 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dibawah Satker SNVT pelaksana jaringan sumber air Papua Provinsi Papua Barat.

Pagu anggaran untuk proyek tersebut senilai Rp.147.560.000.000 dengan kontraktor pemenang PT. Gunakarya Nusantara.

Sementara itu, paket 1 Proyek Pengaman Sungai Warmare, disebut Amin, juru ukur proyek, sudah tuntas 2 km dan kini masuk masa pemeliharaan.

“Tidak ada masalah untuk proyek 1, selain talud juga dilengkapi bronjong. Tinggi talud 4 meter dan lebar sungai kecil 20 meter, sungai besar 40 meter,” paparnya.

Dari data LPSE, Pagu anggaran paket 1 proyek pengendali banjir sungai warmare, sebesar Rp 140.500.000.000, ditangani kontraktor PT. Basuki Rahmanta Putra di Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur.

Di base cam pekerja paket 1, informasi papan proyek tanggal kontrak 21 Desember 2019 dengan pelaksanaan 280 hari kalender. Kontraktor pelaksana Basuki-Dewa Ruci, KSO, dengan konsultan pengawas PT. Virama Karya (Persero)-PT Nedisa Estetika, KSO. (N1/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan