Senpi Ilegal Jauh dari Filipina Masuk Papua, Untuk Siapa ?



Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing SIK, M.Si. (Humas Polda PB)

MANOKWARI, NokenNews.com – Polda Papua Barat, benar-benar mengantisipasi transaksi senjata api ilegal yang datang dari Negara tetangga Filipina. Pasokan senpi ini dikirim masuk hingga Manokwari dan Nabire Papua.

Pertanyaannya, untuk siapa senpi ilegal itu dikirim ?. Siapa kah yang bermain di belakang layar dan bersusah payah memasok senpi dari Filipina melalui Manado Sulawesi Utara dan dikirim melalui jalur laut hingga ke Papua ?.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing SIK, M.Si mengatakan koordinasi bersama Polda Sulut dan juga Polda Papua, terus dilakukan secara intens.

“Kita tetap waspada juga mendalami, untuk siapa transaksi senjata impor ini. Siapa dalang jaringan distribusi ini,” ujarnya saat rilis akhir tahun capaian Polda Papua Barat, Selasa (29/12/2020) di Arfak Convention Centre Mapolda.

Ditekankan, yang patut diwaspadai adalah transaksi gelap peredaran senjata api untuk kelompok-kelompok yang selama ini beraksi dan tak sepaham dengan pemerintah, seperti KKB atau KKSB.

Kapolda meyakini kelompok pergerakan pro Papua Merdeka, seperti KKB atau KKSB lebih kepada senjata api laras panjang. Tetapi bukan berarti mereka tidak tertarik dengan senjata api berlaras pendek.

Polda Papua Barat, tetap menaruh atensi penuh terhadap kasus ini, meski gerakan KKB/KKSB tidak nampak di wilayah Papua Barat. Peredaran senpi ilegal (rakitan) di Manokwari, selama ini hanya berkaitan erat dengan adat-istiadat untuk pembayaran mas kawin.

“Dari enam pucuk senpi yang diamankan, dikirim dari Filipina dan semuanya senjata buatan pabrik, bukan rakitan. Ini begitu penting untuk ditelusuri,” terangnya.

Belum lama ini, tepatnya 3 November 2020, Tim Khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskimum) Polda Papua Barat, menggagalkan perdagangan senjata api ilegal pasokan Filipina.

Sebanyak 6 pucuk senjata api, 43 butir peluru kaliber 45 dan tiga magazin diamankan bersama 3 tersangka, dua diantaranya SM dan SK warga Manokwari dan seorang ibu rumah tangga RB di Manado Sulawesi Utara.

Belakangan, RB diketahui memiliki jaringan dengan pelaku kejahatan di Filipina. Dari situlah transaksi senjata api mulai bergerak menuju Manado hingga ke Manokwari dan Nabire, Papua.

Polda Papua Barat, tercatat pernah menangani kasus serupa dengan daerah impor senpi yang sama, Filipina. Namun, kasus sebelumnya tersebut sudah divonis di Pengadilan Negeri Manokwari.

“Kasus senpi asal Filipina bukan hanya sekali terjadi. Kita patut waspadai, ke mana sebenarnya tujuan senpi ini. Itu yang ditelusuri,” singkat kapolda. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan