Tersangka Korupsi Dana Hibah Keagamaan Terancam Dijemput Paksa



Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Manokwari, I Made Pasek Budiawan. (pzk/nn)

MANOKWARI, NokenNews.com – Kejaksaan Negeri Manokwari, siap mengambil langkah tegas untuk kasus korupsi dana hibah keagamaan di kabupaten Manokwari Selatan,, Papua Barat.

Kasus tindak pidana korupsi yang merugikan Negara sekira Rp.700 juta lebih, menyeret salah satu pejabat di Kesbangpol Manokwari Selatan berinisial PS.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Manokwari, I Made Pasek Budiawan mengatakan kasus itu ditindaklanjuti pasca penyerahan kembali ke APIP Inspektorat Manokwari Selatan, April 2020.

“Bulan ini Inspektorat menyampaikan hasilnya, kita menunggu. Setelah itu baru kita bertindak,” bebernya di Manokwari, Rabu (20/1/2021).

Dirinya sangat yakin, kelak kasus ini akan berakhir dengan keputusan akhir (incrah) dari hakim di Pengadilan Negeri Manokwari

Tersangka PS, kembali diingatkan agar kooperatif dengan memenuhi panggilan jaksa, termasuk untuk kepentingan pemeriksaan. Dan, kasus ini pun diakui berlarut-larut sehingga memunculkan beragam asumsi publik.

“Kami (kejaksaan) tidak terlalu menanggapi asumsi publik akan kasus ini. Yang pasti, kasus ini akan diselesaikan hingga garis akhir,” tegasnya.

PS kembali diingatkan agar lebih kooperatif dan jika tidak langkah hukum tegas bakal ditempuh dengan penjemputan secara paksa.

“Penuhi panggilan atau kami jemput paksa,” singkat Made.

Secara berbeda, praktisi hukum, Rustam SH menilai penetapan PS sebagai tersangka sebelumnya menjadi pegangan yang kuat untuk melanjutkan penyidikan. Apalagi, PS sendiri dikabarkan tidak menunjukan itikad yang baik selama proses hukum berjalan.

“Saat dilimpahkan ke APIP, PS tidak beritikad baik untuk menyelesaikan kerugian Negara dan tidak memenuhi panggilan jaksa,” ujar Rustam.

Advokat yang cukup lama malang melintang di Papua Barat ini, mendesak kejaksaan bekerja profesional dan segera menuntaskan kasus tersebut.

Ia berpendapat ada baiknya kasus ini segera diselesaikan selepas penanganan dari APIP Inspektorat Mansel, agar menghindari opini negatif publik.

“Semakin lama penanganan kasus ini, semakin besar pula asumsi publik untuk kinerja kejaksaan. Baiknya penanganan perkara dilanjutkan segera,” paparnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan