Kapolda Papua Barat Berang! Perintahkan Jajaran Siapkan Operasi PETI Jilid II

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga perintahkan jajaran ke lokasi PETI Wariori Manokwari. (RED/NN)

MANOKWARI – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wasirawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari, tetap menjadi atensi Polda Papua Barat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga memerintahkan Dirkrimsus dan Kapolresta Manokwari ke lokasi tambang ilegal.

“Hari ini saya perintahkan segera ke sana mengecek aktivitas ilegal yang masih saja berlangsung,” terangnya di Manokwari, Senin (27/2/2023).

Aktivitas PETI di lokasi itu sebenarnya sudah ditertibkan melalui sebuah operasi sebelumnya oleh Direktorat Reksrim Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat. Namun lokasi itu kembali dikerumuni penambang selepas jeda beberapa waktu pasca operasi.

“Belum lama ini kita sudah gelar operasi PETI di sana, tapi masih saja dilakukan secara ilegal. Ini yang saya ingin ditertibkan segera,” tegasnya.

Kapolda menerangkan segala aktivitas yang berlangsung tanpa izin resmi merupakan kegiatan ilegal yang harus dihentikan. Dengan demikian operasi penertiban menjadi atensi pihaknya.

Pengembangan itu nantinya ditindaklanjuti dengan pengungkapan para pelaku yang masih saja secara diam-diam melakukan aktivitas ilegal di lokasi tersebut.

“Tentu jadi atensi kami. Seluruh aktivitas di sana ilegal selama tambang itu belum berizin dan mendapat restu dari pemilik Ulayat,” singkatnya.

Korban Jiwa

Aktivitas PETI memakan korban, Kamis 23 Februari 2023. Eksavator yang mengangkut 6 orang terjerembab di kali Wariori. Kejadian itu mengakibatkan dua orang meninggal, satu balita hilang dan tiga lainnya selamat.

Jumat 24 Februari kembali terjadi kecelakaan exavator yang berujung pada tewasnya seorang pekerja tambang, dua rekannya selamat dan tiga orang dilaporkan hilang.

Dua kejadian beruntun itu menambah daftar panjang korban meninggal dunia akibat aktivitas PETI atau pertambangan ilegal di Waserawi.

Kantor SAR Manokwari menerima laporan insiden kecelakaan eksavator dengan satu korban jiwa di Kali Wariori, Sabtu 25 Februari. Sehari sebelumnya SAR juga mencari balita yang hilang akibat insiden kecelakaan eksavator yang pertama.

(RED/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *