Layanan Pusat Terapi Jiwa dan Rehabilitas Napza Adhyaksa di Papua Barat di Resmikan

Kajati Papua Barat saat menggunting pita usai gedung pusat layanan kesehatan jiwa dan Rehabilitasi Napza Adhyaksa di resmikan Pj Gubernur Papua Barat, Kamis (20/7/2023).

MANOKWARI — Pemerintah Papua Barat kini memiliki layanan pusat terapi jiwa dan Rehabilitasi Napza (Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya) Adhyaksa yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Papua Barat.

Layanan Kesehatan hasil kolaborasi Kejati Papua Barat, BNN Papua Barat, Dinkes Papua Barat dan RSUD Papua Barat itu, baru diresmikan Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, Kamis (20/7/2023) siang tadi.

“Masalah kesehatan jiwa adalah masalah yang belum terselesaikan. dalam catatan kami, prefilensi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sekitar 1 dari 5 penduduk. Ini jumlah yang cukup banyak sehingga keberadaan layanan ini sangat baik adanya,” ujar Waterpauw.

Kata dia, saat ini belum semua provinsi di Indonesia memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ), itu sebabnya tidak semua ODGJ bisa ditangani dengan baik.

“Ini rogram layanan kesehatan yang sangat baik dan kita perlu fokus akan hal ini. Tugas kita juga untuk segera menyediakan sarana, prasarana dan sumber daya manusianya,” pesannya.

Sementra itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Harli Siregar SH.,M.Hum merasa sebagai institusi yang paling berbahagia karena peresmian gedung layanan itu dilaksanakan beberapa hari sebelum Hari Bakti Adhyaksa (HBA) ke 63 pada 22 Juli mendatang.

“Tadi pagi saya langsung lapor ke Kejaksaan Agung dan respon Jaksa Agung sangat baik,” ungkapnya.

Layanan Rehabilitasi Napza Adhyaksa kata Kajati menjadi leyanan pertama yang hadir di Papua Barat menyangkut Rehabilitasi Narkoba.

“Inilah wujud kolaborasi lembaga dalam konteks peduli kita terhadap ketergantungan narkoba. Karena era saat ini, pecandu narkoba masih cenderung mendapat penghukuman. Makanya dengan kebijakan RJ (Restoratif Justice) pengguna dan pecandu yang masih bisa diselamatkan, harus kita selamatkan,” terangnya.

Sementara itu, Kapala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan dalam laporannya mengatakan, terdapat 25 Nakkes dalam dua layanan itu, yakni dokter spesialis jiwa, pisikolog, pisikolog klinik, perawat terlatih, dan tenaga lainnya.

“Saat ini baru 15 tempat tidur yang tersedia. Agustus mendatang kita lengkapi untuk tambahan 30 tempat tidur. Penambahan hal teknis lainnya akan dipenuhi untuk menjawab seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan dilayanan ini,” tandasnya.

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *