Lomba Yospan Jadi Cara Perkumpulan Perempuan Arfak Ikut Jaga Budaya Papua

penampilan sejumlah grup tari dalam perlombaan Yospan yang digelar Pekumpulan Perempuan Arfak Papua Barat.

MANOKWARI – Sebanyak 32 grup tari yang berada di Distrik Manokwari Utara, Kelurahan Amban dan Distrik Manokwari Timur ikut memeriahkan perlombaan Yosim Pancar (Yospan) yang digelar Perkumpulan Perempuan Arfak (PPA) Provinsi Papua Barat.

Ketua PPA Papua Barat, Indrayanty Yemima Mandacan SE.,M.Si mengatakan, perhelatan Yospan itu bukan sekedar mencari siapa yang akan jadi pemenang, tetapi lebih kepada mempertahankan budaya yang hampir melekat disetiap orang Papua.

“Dari tari ini, ada peluang untuk membina hubungan kekerabatan antara suku di Papua. Apalagi, Yospan sudah menjadi budaya bagi hampir semua orang Papua, sehingga pekombaan itu masuk dalam program kerja PPA,” ujarnya.

Ketua PPA Papua Barat, Indrayanty Yemima Mandacan SE.,M.Si

Apalagi kata dia, saat ini secara khusus dalam hal perkawinan tidak lagi terjadi budaya itu. Hanya sebatas sesama suku, tidak antara suku yang berbeda.

“Kebanyakan dari kita orang Papua sudah kawin keluar istilah orang tua begitu. Seperti saya misalnya suami dari suku Wondama, adik-adik kami yang lain juga menikah dengan suku Biak, Serui dan suku yang lain juga,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Perkumpulan Perempuan Arfak, Indrayanty mengaku ada rasa bangga karena melalui lomba tersebut, mereka bisa ikut melestarikan budaya Papua.

“Kita harus membuat sesuatu yang positif yang berbeda dari yang lain,” tambahnya.

Diketahui, lomba Yospan itu mengambil star di Kampung Aipiri dan Finish di K2 Twins Kampung Petrus Kafiar Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kategori perlombaan adalah umum sejenis, remaja, dan anak yang diikuti oleh 32 grup tari.

(RLS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *