Maksimalkan Perekaman KTP Elektronik di Pegaf, Ria Come: Kita Bermalam di Sana

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Papua Barat dr.Ria M. Come. (Foto: RED)

MANOKWARI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Papua Barat, mengejar target perekaman KTP Elektronik di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf).

Presentase perekaman KTP Elektronik di daerah itu paling di Papua Barat, dengan angka 33,94 persen.

Kepala Disdukcapil Papua Barat dr.Ria M. Come mengaku perekaman KTP Elektronik berbarengan dengan administrasi kependudukan lain seperti akta lahir, kartu identitas anak dan kartu keluarga.

“Kami bagi tiga tahap, tim pertama turun ke empat distrik selama enam hari dan bermalam empat hari di sana,” ujarnya Senin (14/8/2023).

Ia merinci perekaman KTP Elektronik berlangsung tanggal 3-7 Agustus, kemudian tanggal 10-14 Agustus, dilanjutkan tanggal 24-29 Agustus untuk 10 distrik di Pegaf.

Ria menyebut kendala dari upaya untuk melaksanakan perekaman KTP Elektronik adalah kondisi geografis dan faktor cuaca serta jaringan internet.

“Kami kolaborasi dengan dinas Infokom yang memasang visat untuk memperkuat jaringan internet di 10 distrik. Karena kita tidak hanya merekam KTP saja,” bebernya.

Perekaman KTP juga difokuskan untuk remaja berusia 16 dan 17 tahun yang nantinya akan masuk sebagai pemilih pada Pemilu 2024.

Ria mengungkap upaya itu sesuai kebijakan Gubernur Papua Barat, dengan mengusung tag line Pencari KTP Elektronik. Sementara, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah setempat.

“Kami harap Pemda setempat bertugas untuk memobilisasi masyarakat untuk mengurus KTP Elektronik dan administrasi kependudukan,” ucapnya.

Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw sebelumnya mengimbau masyarakat Pegaf agar ikut dalam pengurusan administrasi kependudukan tersebut.

“Datang untuk didata. Jangan takut identitasnya terbongkar karena ini juga untuk memastikan berapa jumlah penduduk disana,” paparnya.

“Ini sangat baik dan saya sudah sampaikan kepada bupati untuk tolong menggerakkan masyarakat di sana untuk didata,” singkatnya.

(RED/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *