Aksi WPNA di Manokwari, Markus Yenu : Demokrasi Masih Dibungkam  



 

Foto : Aksi damai WPNA memperingati hari HAM internasional.

MANOKWARI, Nokennews.com – Puluhan warga Papua bersama West Papua National Authority (WPNA) menggelar aksi damai memperingati Hari HAM Internasional, Selasa (10/12/2019) siang di Jalan Serayu Sanggeng, Distrik Manokwari Barat.

Gubernur WPNA, Markus Yenu mengungkap aksi tersebut bertujuan menyampaikan sejumlah pesan moral, termasuk keinginan untuk menyelesaikan masalah HAM sejak Papua bergabung 58 tahun bersama NKRI.

Salah satu point yang disampaikan adalah memprotes keras penangkapan aktivis yang dilakukan TNI/Polri tanggal 27 November dan 1 Dember di beberapa tempat di Tanah Papua.

“Sayangnya kita tidak diberi kesempatan untuk melakukan aksi. Indonesia adalah negera demokrasi sehingga sepantasnya memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” jelasnya.

Menurutnya pembungkaman demokrasi seharusnya tidak terjadi, apalagi bertepatan dengan peringatan hari HAM internasional.

“Saya dan semua teman-teman aktivis HAM harus diberi ruang. Polisi harus berkomunikasi dengan baik karena sebagai pengayom. Saya kecewa karena kita tidak diberi kesempatan untuk melakukan aksi sesuai rencana awal. Itu gaya jaman Orde Baru,” bebernya.

Ia berharap Kapolri dan Kapolda Papua Barat serta Kapolres Manokwari yang baru, bisa membangun komunikasi yang lebih baik agar tak lagi menghalangi niat para aktivis untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

WPNA, lanjutnya tetap mendukung dan mendorong agar Papua masuk menjadi member MSG, perkumpulan negara-negara melanesia.

“Rencana pertemuan akan digelar di Vanuatu dalam waktu dekat,” singkatnya.

Aksi damai yang digelar berjalan aman dan lancar dan mendapat pengawalan dari personil Polres Manokwari. Wakapolres Manokwari, Kompol Winarto dan Kapolsek Kota Manokwari, AKP Zawal Halim, juga terlihat di lokasi aksi. (pzk/nn)

 

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan