Di Manokwari, Penumpang Kapal yang Boleh Turun Ber-KTP Pabar



Foto : Penyemprotan Disinfektan terhadap penumpang di pelabuhan laut Manokwari. Hanya yang ber-KTP Pabar yang diijinkan turun dari kapal. (ajm/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan menegaskan penumpang kapal yang tidak memiliki KTP Manokwari, tidak diijinkan turun dari kapal.

“Penumpang yang tidak ber-KTP Papua Barat, Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Wondama, tidak diperbolehkan turun dari kapal,” ujarnya saat memantau KM.Ciremai sandar di pelabuhan Manokwari, Kamis (26/3/2020).

Ia menegaskan tidak ada kompromi bagi penumpang yang tidak memiliki KTP Papua Barat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19).

Keputusan bupati berdampak bagi 16 anggota Jemaah Tabligh Akbar, yang baru pulang dari pertemuaan Ijtima Zona Asia Tahun 2020, di Pakkotto Gowa, Sulawesi Selatan.

Tiga belas diantaranya dibolehkan turun karena memiliki KTP Manokwari, sementara 3 orang lain tidak diijinkan turun dari atas kapal.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Manokwari, Agung Ardianto menerangkan prosedur standar kesehatan dilakukan terhadap 13 penumpang yang dimaksud. Diantaranya pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan Disinfektan.

Kepala Satgas Penangan Covod-19 Papua Barat, Derek Ampnir, mengungkap 13 orang ini dikarantina selama 14 hari di Masjid Rahmatinlil Almin, Andai.

“Kami beri arahan selama 14 hari karantina Mandiri tidak kemana-mana dan diawasi oleh petugas,” singkatnya. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan