Gustu Covid-19 Manokwari Utus Tim Pantau Pendaftaran Siswa Baru



Foto : Juru Bicara Covid-19 Manokwari, Bondan Santoso (kanan atas), saat virtual video bersama wartawan belum lama ini. Gustu Covid-19 Manokwari, memantau aktivitas pendaftaran siswa baru. (N1/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Manokwari, mengantisipasi penumpukan para orang tua siswa saat pendaftaran tahun ajaran baru sekolah, Rabu (1/7/2020) besok.

Meski kebanyakan sekolah menerapkan sistem penerimaan secara online, namun beberapa diantaranya tetap membuka pendaftaran secara manual. Salah satunya SD Negeri 04 Sanggeng, Manokwari.

Juru Bicara Covid-19 Manokwari, Bondan Santoso mengaku Gugus Tugas Covid-19 menyiapkan tim relawan untuk memantau aktivitas pendaftaran yang dilakukan secara manual.

“Sesuai surat masuk, akan ada 16 tim relawan yang turun untuk memantau pendaftaran siswa baru di SD dan SMP di Manokwari,” terangnya melalui pesan elektronik kepada Nokennews.com, Selasa (30/6/2020) malam.

Tim yang dimaksud, lanjutnya nantinya membawa stok masker dan memberikan kepada mereka yang lupa atau tidak mengenakan masker di sekolah.

“Masker yang dibawa oleh tim, untuk mengantisipasi jika ada orang tua siswa yang tidak mengenakannya saat pendaftaran,” jelas Bondan yang juga Kepala Dinas Persandian dan Kominfo Manokwari ini.

Selain masker, tim relawan juga membawa thermo gun untuk mengukur suhu tubuh. Langkah antisipasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Manokwari.

Secara berbeda, Juru Bicara Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap mengaku yang harus diperhatikan adalah physical distancing saat pendaftaran secara manual.

“Saya amati waktu pendaftaran SMK di Reremi, datang dalam jumlah yang banyak dan bergerombol dan tidak memakai masker,” paparnya sembari mengaku akan berkoordinasi dengan OPD terkait.

Koordinasi yang dimaksud bukan hanya saat pendaftaran tetapi juga menetapkan sebuah panduan belajar-mengajar di sekolah saat New Normal berlangsung.

“Misalnya mengurangi kapasitas siswa yang awalnya 30 sekelas, dibagi menjadi 15 siswa. Setiap kelas wajib menyediakan tempat mencuci tangan dan tentu wajib masker,” kata dr. Arnoldus. (N1/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan