Ibu Terpapar C-19 di Manokwari, Dirawat Terpisah dari Bayinya



Foto : Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap. (ajm/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Papua Barat, memisahkan ruang perawatan ibu yang terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap mengungkap penanganan ibu menyusui terpapar positif di Wamare, Manokwari, Papua Barat, cukup memprihatinkan.

Awalnya keluarga sempat menolak untuk dikarantina, namun melalui pendekatan sosialisasi dari tim medis, akhirnya keluarga menerima untuk di rawat di Rumah Sakit Rujukan Provinsi Papua Barat.

Dengan menerapkan prosedur kesehatan guna menghindari penularan Covid-19, dilalukan pembagian bangsal rawat kedalam beberapa Zona. Zona merah, tempat dirawat mereka yang terpapar Covid-19, sementara zona lain untuk para perawat.

“Saat masuk ke bangsal Zona Merah, wajib gunakan APD. Kita membagi dua ruangan, satu khusus untuk Ibu dan ruangan lain untuk bayinya,” terang Jubir, Jumat (8/5/2020) di Manokwari.

Bayi, sebut Jubir saat ini dijaga neneknya. Dan jika membutuhkan ASI, petugas medis akan mengantar bayi tersebut ke ruangan zona merah dan diberi ASI oleh ibunya.

Dokter Tiniap juga menjelaskan, hingga kini dokter spesialis anak telah menangani bayi, sementara Ibunya ditangani langsung Spesialis penyakit dalam, sesuai dengan protokol kesehatan.

“Dokter spesialis anak sudah memberikan Advice, anjuran dan menangani bayinya. Kondisi ibunya dalam keadaan baik,” terangnya.

Pengambilan sampel SWAB untuk mem-follow up status pasien (ibu) akan dilakukan, setelah sebelumnya diambil 22 April lalu dan kini sudah masuk hitungan 16 hari.

“Kita sudah follow-up kondisinya, kita akan ambil tes SWAB lagi untuk mengkonfirmasi kondisi kesehatan ibunya,” singkatnya. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan