LP3BH Desak Penuntasan Kasus Wasior Berdarah 2001



Foto : Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy.

MANOKWARI, Nokennews.com – Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, mendesak Pemerintah lebih serius menyelesaikan berbagai pelanggaran HAM Papua.

Penegasan ini disampaikan Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, bertepatan dengan peringatan hari HAM sedunia, Selasa 10 Desember 2019.

“Bagaimana upaya penegakan hukum dalam konteks penyelesaian berbagai kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, contohnya kasus Wasior berdarah Tahun 2001,” jelasnya.

Ia mendesak Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H.Ma’aruf Amin, memerintahkan Jaksa Agung untuk berkoordinasi dengan Komnas HAM sesuai amanat UU RI Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM.

“Ini bertepatan dengan 71 tahun hari HAM Internasional. Kasus Wasior Berdarah harus ditindaklanjuti secara litigasi ke Pengadilan HAM yang mesti segera dibentuk di Tanah Papua,” tegasnya.

Penyelesaian ini lanjut Warinussy, sejalan dengan keinginan korban, keluarga korban serta masyarakat adat di Wasior dan Kabupaten Teluk Wondama.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan juga diharapkan memberi perhatian kepada para korban dan keluarganya yang seakan terabaikan hak-hak asasinya sejak Tahun 2001 hingga saat ini.

“Menurut saya ini yang penting untuk dah harus dilakukan terkait dengan peringatan Hari HAM Internasional ke-71, tanggal 10 Desember 2019,” ungkapnya.

Secara berbeda, puluhan warga juga memperingati Hari HAM sedunia di Manokwari. Mereka menggelar unjuk rasa di Jalan Serayu Saggeng, dan mendapat pengawalan ketat belasan personil dari Polres Manokwari. Meski demikian aksi ini berjalan aman dan lancar. (ajm/nn)

 

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan