Ombudsman RI : Lapas Manokwari Tak Layak Huni dan Over Kapasitas



Foto : Anggota Ombudsman RI, Profesor Adrianus Eliasta Meliala (kedua dari kiri) meninjau Lapas Kelas IIB Manokwari, Kamis (9/1/2020).

MANOKWARI, Nokennews.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Manokwari, dinilai tidak layak dan over kapasitas.

Saat ini terdapat 304 narapidana laki-laki, 56 diantaranya tahanan dan 20 narapidana perempuan, 2 tahanan.

Anggota Ombudsman RI, Profesor Adrianus Eliasta Meliala, menyebut Lapas Manokwari tidak memenuhi standar layanan termasuk infrastruktur.

“Banyak hal harus diperhatikan, seperti ruang klinik, kebersihan dapur, sanitasi dan perlengkapan bengkel tempat mereka dibina,” ujarnya saat berkunjung ke Lapas Manokwari, Kamis (9/1/2020).

Ia menilai Lapas Manokwari hanya sebagai tempat untuk mengurung orang tanpa memperhatikan fungsi pembinaan.

“Pembinaan, agar mereka kelak menjadi orang yang produktif dan berinteraksi dengan masyarakat saat keluar nanti,” terangnya.

Profesor Bidang Kliminologi dan kepolisian ini mengungkap masalah utama di Lapas Manokwari, diantaranya kesehatan, air bersih, sanitasi serta sirkulasi udara dalam ruang tahanan yang over kapasitas.

“Kami juga menyoroti masalah kebersihan, banyak sampah dan ludah pinang. Ini menjadi PR bagi Lapas Manokwari ke depan,” kata Adrianus.

Dengan jumlah narapidana yang banyak, Lapas Manokwari juga harus memiliki poliklinik standar dengan ruang inap. Masalah lain yang ditemui adalah belum semua narapidana terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Jangan hanya data dirinya saja, melainkan disertai data kesehatan agar ditempatkan sesuai dengan Kondisi Kesehatannya,” ujarnya.

Semua hasil pengamatan ini akan dikoordinasikan dengan Kanwil Hukum dan HAM, Kadiv Lapas maupun Gubernur Papua, termasuk Dirjen dan pihak Kementerian.

Sidak ini, lanjutnya sebagai bagian dari fungsi pengawasan Ombudsman terhadap lembaga pelayanan publik.

Kepala Lapas Perempuan Manokwari, Enggelina Hukubun menyambut baik dan berharap ada rekomendasi lanjutan sesuai kewenangan yang ada.(ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan