Ratusan Warga Papua Tolak Otsus, Juga Minta Koruptor Ditangkap



Foto : Aksi penolakan Otsus oleh ratusan warga Papua di Manokwari, Kamis (30/7/2020). (red/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Ratusan warga asli Papua di Manokwari, Papua Barat, menggelar aksi penolakan Otsus Jilid II, Kamis (30/7/2020) siang. Mereka menilai Otsus Jilid I sejak Tahun 2001, tidak terlalu berdampak bagi kehidupan OAP.

Aksi di Jalan Yos Sudarso Sanggeng, Manokwari, juga digelar dengan penandatanganan petisi penolakan Otsus Jilid II. Mereka juga mengusung replika peti jenazah bertuliskan ‘Otsus Mati’.

Kordinator aksi, Markus Yenu menjelaskan penolakan Otsus yang berakhir tahun 2021 cukup beralasan oleh orang asli Papua. Manfaat 20 tahun keberlangsungan Otsus dinilai kecil bagi OAP.

“Ada masalah yang belum tersentuh diakhir era Otsus. Jangan kaget kalau orang asli Papua, teriak Merdeka,” terangnya.

Ia mendesak aparat penegak hukum segera melakukan audit terhadap ratusan triliun rupiah, yang digelontorkan pemerintah pusat selama Otsus berjalan.

Ditegaskan, para elit birokrasi sebagai pengambil kebijakan di Papua Barat, harus diperiksa terkait penyaluran dan penggunaan dana Otsus. Pasalnya, masih banyak sektor-sektor mendasar yang belum tersentuh dengan baik.

“Masalah pendidikan, kesehatan dan lainnya belum menyentuh orang asli Papua secara menyeluruh. Belum lagi Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), namun justru infrastruktur berjalan lamban,” bebernya.

Ia juga menyinggung belum meratanya kebijakan afirmasi biaya pendidikan dan kesehatan bagi orang asli Papua.

“KPK dan Polisi harus turun tangan dan periksa elit birokrasi, merekalah aktor dibalik kegagalan. Para koruptor ini penyebab Otsus gagal,” tegas Yenu.

Aksi satu jam lebih ini akhirnya berakhir, usai negosiasi bersama aparat kepolisian. Mereka pun membubarkan diri dengan tertib.

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan menilai penyampaian aspirasi penolakan Otsus merupakan hak warga. Asal, dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Silahkan sampaikan aspirasi di ruang publik, asal tidak anarkis. Kami hadir untuk menjamin keamanan bersama,” singkatnya. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan