Sekda : Warga Manokwari Dilarang Ke Luar Daerah Selama 14 Hari



Foto : Sekda Manokwari, Aljabar Makatita (kanan), berdiskusi dengan Ketua IDI Manokwari, dr. Ade Ismawan, Minggu (29/3/2020). (pzk/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Masyarakat di Kabupaten Manokwari, dilarang bepergian atau berkunjung ke luar daerah, sesuai Instruksi Bupati Nomor 188.5/405. Ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur Papua Barat, terkait status tanggap darurat Covid-19 di Papua Barat.

Sekretaris Daerah Manokwari, Aljabar Makatita mengungkap larangan ini mulai berlaku Senin (30/3/2020). Dan, seluruh akses pintu keluar-masuk Manokwari akan dipantau.

“Bandara, pelabuhan dan jalur transportasi darat, semua dipantau tim gabungan. Warga tetap di Manokwari, hanya 14 hari,” ujarnya saat rapat kordinasi penanganan Covid-19, Minggu (29/3/2020) di Kantor Dinas Kesehatan Manokwari.

Pengawasan ketat dari Manokwari dan ke Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak Teluk Bintuni dan Teluk Wondama termasuk ke Sorong serta ke luar Papua Barat.

“Masing-masing daerah sendiri dan baiknya tidak saling berkunjung. Lebih baik mencegah daripada terlambat,” bebernya.

Untuk pengawasan akses masuk-keluar, Pemkab Manokwari berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk melibatkan Kapolsek dan Danramil.

Foto : Surat Bupati Manokwari tentang Instruksi larangan warga untuk ke luar daerah.

Selain kapal, warga juga dilarang keluar Manokwari dengan perahu jhonson sejenis. Sementara, transportasi jalur darat termasuk truk tronton juga dilarang.

“Pengawasan ketat di Distrik Tanah Rubuh dan Sidey, sebagai pintu masuk-keluar. Kalau untuk rujukan pasien diijinkan tetapi harus berkoordinasi,” jelas Makatita.

Khusus ASN yang hendak pulang ke Manokwari, disarankan menetap di daerah tersebut hingga 14 hari ke depan. Apalagi yang berada di daerah terjangkit.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Manokwari, dr. Ade Ismawan menyarankan imbauan itu harus dilaksanakan serius demi pencegahan Covid-19 di Manokwari.

“Masyarakat kadang keras kepala. Jika memang ingin menutup akses keluar, ada baiknya melibatkan aparat keamanan,” katanya.

Sebelumnya Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan mengungkap pembatasan akses masuk dan keluar dari dan ke Manokwari, berlaku 14 hari. Ini disesuaikan dengan peningkatan status Siaga ke Tanggap Darurat Covid-19 Papua Barat. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan