Tokoh Intelektual Arfak Desak Pemerintah Tutup Bandara Manokwari



Foto : Daud Indouw, tokoh intelektual Arfak. Usulan penutupan sementara bandara dan karantina daerah, sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Manokwari. (pzk/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Tokoh intelektual suku Arfak, Daud Indouw, mengusulkan pemerintah daerah, baik Pemprov dan Pemkab Manokwari, menghentikan sementara operasional pesawat penumpang di bandara Rendani Manokwari.

Hal ini disampaikan menyusul aksi blokade jalan warga Taman Ria Rendani, akibat informasi yang menyebut tiga orang terindikasi Covid-19, sedang berada di bandara Rendani.

“Masyarakat sadar dan merasa cemas akan ancaman virus ini. Jangan tutup lain, tetapi yang lain tidak. Saya sarankan lakukan karantina daerah dan segera tutup bandara,” tegasnya, Selasa (31/3/2020) di Manokwari.

Daud mengatakan imbauan pemerintah agar warga tinggal di dalam rumah selama 14 hari, akan dipatuhi. Asal, pemerintah daerah juga benar-benar menutup akses masuknya orang dari luar daerah.

“Karantina daerah, Manokwari karantina sendiri, Mansel, Pegaf dan Bintuni juga demikian. Jangan bilang tutup tetapi orang masih saja masuk Manokwari,” terangnya.

Ia menilai penyebaran Covid-19 berasal dari orang yang datang dari luar daerah, terutama mereka yang datang dari daerah terjangkit Covid-19.

Dikatakan keputusan para pengambil kebijakan, harus benar-benar memperhatikan masyarakat, terutama upaya pencegahan serta solusi terbaik untuk memerangi wabah penyakit ini.

Jika tidak, Daud menilai pemerintah akan kewalahan menghadapi ancaman Covid-19 yang kian meresahkan masyarakat. Apalagi, fasilitas kesehatan serta tenaga dokter di Papua Barat, masih minim dan terbatas.

“Jangan tunggu sampai ada yang korban akibat Covid-19 di Manokwari, tutup akses bandara dan pelabuhan laut sampai Manokwari aman dari penyakit ini,” singkatnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan