Mantan Pejabat Inspektorat Papua Barat Dipolisikan, Dugaan Pemalsuan Surat

MANOKWARI — Kantor Pengacara Rustam SH.,CPCLE mempolisikan salah satu mantan pejabat di Inspektorat Papua Barat dengan dugaan pemalsuan dokumen. Hal ini disampaikan Rustam kepada media ini setelah menerima Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Senin, (28/8/2023) siang tadi.

“STTLP sudah kita terima dengan nomor : STTLP/203/VIII/SPKT/POLDA PAPUA BARAT dengan pelapor klien saya, Andi Seradjiddin,” ujar Rustam, Senin siang tadi.

Diuraikan Rustam, dugaan pemalsuan dokumen itu berkaitan dengan diterbitkannya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigasi nomor : X.700.04/20/RIKSUS/IT-PROV.PB tanggal 18 September 2018 yang dibuat dan ditandatangani oleh terlapor yang merupakan mantan pejabat di kantor tersebut.

“Surat itu, isinya menyatakan telah terjadi kerugian negara sebesar 2.4 miliar lebih yang dilakukan oleh klien saya selaku pihak ketiga yang mengerjakan pengadaan jasa keamanan dan security di kantor Gubernur Papua Barat tahun 2017,” terangnya.

Dalam laporan itu, dinyatakan bahwa LHP yang dikeluarkan terlapor saat itu berdasarkan pengaduan dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua Barat.

“Sebagai pemegang fungsi lidik dan sidik. Direktorat Kriminal Khusus Polda Papua Barat tidak mungkin mengadu ke Inspektorat Papua Barat,” tuturnya.

Tak hanya itu, LHP yang dikeluarkan itu juga didalamnya dinyatakan telah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap puluhan security. Nyatanya, pemeriksaan hanya dilakukan terhadap dua orang.

“Disinilah dasar kami menilai surat yang dikeluarkan itu tidak berdasar/palsu karena tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga kami laporkan ke Polda Papua Barat,” tandasnya.

(DTM/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *