Max Ammer, Pioner Diving yang Punya Hanggar di Hutan Raja Ampat, Kini Konsen Konservasi

Foto: (atas) Max J Ammer (kanan) berencana menanam ribuan bibit pohon untuk mendukung pelestarian konservasi di Papua Barat. (Bawah) Doc.jurnalis nokennews.com berlatarbelakang hanggar helikopter di Pulau Kri, Distrik Batanta Kabupaten Raja Ampat. (ELS/NN)

MANOKWARI – Max J Ammer, pria asal Belanda merupakan Pioner Scuba Diving di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Ia sudah 35 tahun menetap di daerah tersebut.

Max tinggal di Pulau Kri, Distrik Batanta setelah datang dari Belanda tahun 1989. Ia menetap cukup lama dan menemukan banyak benda berharga di laut yang membuatnya sangat tertarik.

Selain pelopor selam, ia juga berperan dan sangat berinisiatif memberdayakan warga lokal.

“Saya merangkul dan membimbing warga lokal, mengajarkan mereka membuat kapal atau speedboat yang ramah lingkungan,” ujarnya kepada nokennews.com, Selasa (5/6/2024).

Tak hanya itu, ia juga membangun sistim penagihan air hujan. Hal lain yang paling menarik adalah Max membuat hanggar di tengah hutan dan merakit helikopter.

Ternyata hal itu untuk merangsang anak Papua. Ia mengajarkan bagaimana cara membuat pesawat, termasuk yang bermimpi menjadi seorang pilot.

Semua itu disaksikan langsung jurnalis nokennews.com saat Mubes Suku Byak di Raja Ampat tahun 2022. Max juga memiliki sebuah home stay dengan pemandangan yang sangat indah.

Masyarakat setempat pun tak ragu menyebut Max sebagai sang Pioner selam, apalagi ia juga merupakan seorang teknisi pada sebuah perusahaan selam.

Max menilai pesona bawah laut, terumbu karang serta keanekaragaman hayati di Raja Ampat sangat menakjubkan. Ia pun merintis kawasan laut dengan perahu rakitannya sendiri.

Ternyata pria asal Negara Kincir Angin tersebut juga sangat konsen terhadap pelestarian konservasi di Papua Barat. Ia pun menggali informasi dan memetakan kondisi lahan untuk membantu masyarakat lokal.

Saat ini ia sedang membangun komunikasi dengan sebuah lembaga yang konsen terhadap Konservasi di Indonesia.

“Makanya saya sekarang berada di Manokwari, sekalian berbagi ilmu dan juga membantu. Saya rencana ke Kebar,” aku Max.

Ia bahkan mendatangkan mesin pembersih lahan dari Eropa, untuk menanam 5.000 bibit tanaman di Distrik Kebar.

“Meski tanah di sana tidak cocok, tapi saya punya cara untuk menghidupi ribuan tanaman itu. Orang menebang pohon, saya menanam. Saya tidak membangun usaha, tetapi membantu masyarakat di sana,” paparnya lagi.

Max berencana membuat film dokumenter tentang perjalanan, usaha membuka lahan dan menanam ribuan bibit pohon di Distrik Kebar.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *