Minta Klarifikasi, Suku Besar Mairasi Sebut DAK Sepihak Beri Gelar Adat Ke Paulus Waterpauw

Bidang Pemuda dan Olahraga pada Dewan Adat Suku Mairasi, Noack Djanama

KAIMANA – Suku Besar Mairasi meminta Dewan Adat Kaimana (DAK) untuk melakukan klarifikasi terkait pemberian gelar adat Tnitu Aisinya Mansare oleh DAK kepada Komjen Polisi (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si beberapa waktu lalu.

“Kami Suku Besar Mairasi tidak mengakui pengukuhan itu. Hak dasar apa Dewan Adat Kaimana memberikan hak otoritas suku besar Mairasi dalam pengukuhan Itu,” ujar Dewan Adat Suku Besar Mairasi Kabupaten Kaimana melalui Bidang Pemuda dan Olahraga, Noack Djanama kepada sejumlah wartawan Rabu kemarin.

Kata dia, prosesi pemberian gelar adat atau sesepuh dari delapan suku asli Kaimana oleh Ketua Dewan Adat Kaimana itu tanpa ada persetujuan dari kepala suku besar Mairasi dan masyarakat adat. Hal itu kata dia,tidak mencerminkan nilai adat dan mencoreng harkat dan martabat suku besar Mairasi.

“Kami minta kepada Dewan Adat Kaimana segera melakukan klarifikasi dan dipublikasi lewat media online, untuk mengembalikan nama baik suku besar Mairasi,” tegasnya.

Dia juga meminta kepada Dewan Adat Kaimana untuk segera menarik dukungan suku besar Mairasi dalam pemberian gelar itu dan melakukan konferensi pers guna klarifikasi dan mengembalikan nama baik suku besar Mairasi dari Kaimana sampai Wasior.

“Kami pada dasarnya mengapresiasi jenjang karir dari Komjen Polisi (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si. Namun tidak mengiakan hak adat suku Besar Mairasi dipolitisasi tanpa adanya persetujuan langsung dari kepala suku besar dan masyakat adat suku Besar Mairasi,” tandasnya.

(REN/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *