Redam Rasisme, Tokoh Arfak Obet Ayok Ingatkan Memori 2019, Cukup Sekali



Pertemuan membahas kasus rasisme di kediaman Obet Arik Ayok Rumbruren, di Arfai Manokwari, Selasa (26/1/2021).

Pertemuan membahas tindak lanjut dan sejauh mana penanganan kasus rasisme Ambrocius Nababan terhadap Natalius Pigai, di kediaman Obet Arik Ayok Rumbruren, di Arfai Manokwari, Selasa (26/1/2021).

MANOKWARI, NokenNews.com – Tokoh suku Arfak Papua Barat, Obet Arik Ayok Rumbruren mengingatkan semua pihak akan dampak Rasisme yang melanda tanah Papua, Agustus 2019 lalu. Saat itu terjadi pergolakan besar-besaran, buntut ujaran rasis terhadap mahasiswa asli Papua di Surabaya.

“Kejadian Agustus 2019 di Manokwari cukup sekali, jangan terulang lagi,” tegasnya dihadapan Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan Sanjaya SIK dan sejumlah tokoh masyarakat Batak di Manokwari, Selasa (26/1/2021).

Menurutnya, ujaran rasis yang dilontarkan Ambrocius Nababan kepada aktivis Papua, Natalius Pigai merupakan tindakan pribadi. Yang bersangkutan pun diyakini akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai aturan hukum.

“Sudah ditangani Mabes Polri. Kita mendorong serta ikut mengawal agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” paparnya.

Obet yang juga Ketua MEKESA meminta masyarakat Papua, jeli melihat duduk persoalan itu. Tak dipungkiri ulah Ambrocius berujung pada ketersinggungan, namun sekali lagi dikatakan sebagai ulah oknum, bukan mengatasnamakan golongan atau suku.

“Besok (Rabu), ada pertemuan seluruh kepala suku, baik Papua dan nusantara di Polres Manokwari. Disitu, kita sepakat siapa pun yang melontarkan ujaran rasis harus diproses hukum,” tegasnya.

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang K Winjaya, Tokoh Arfak Obet Ayok dan pengurus Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) usai pertemuan, Selasa (26/1/2021) di Manokwari. (red/nn)

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan Winjaya SIK mengatakan Polres dan Polda Papua Barat, sangat terbuka untuk menerima laporan apa pun.

Tanpa menunggu lama, dua laporan rasisme dari Polda Papua Barat, langsung diteruskan ke Bareskrim Mabes Polri. Tujuannya, agar mempercepat proses hukum sesuai permintaan masyarakat Papua.

“Mari kita sama-sama kawal kasus ini. Penyelesaian kasus ini dengan cara-cara yang elegan. Tidak perlu buka peluang untuk oknum-oknum yang mengambil kesempatan dan ingin mengacaukan Manokwari,” pesannya.

Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Papua Barat, Dolok M Panjaitan mengecam perilaku rasis Ambrocius Nababan. Ia juga mendorong proses hukum yang saat ini ditangani Mabes Polri.

“Masyarakat Batak di Papua Barat, tidak terlibat dengan ulah pernyataan pribadi oknum tersebut. Kami yang sudah lama tinggal di Papua, ikut geram dan mendukung agar yang bersangkutan segera diproses hukum,” ujarnya.

Seperti diketahui bersama, Agustus 2019 lalu terjadi aksi penolakan rasisme di tanah Papua. Di Manokwari, aksi demo penolakan berubah anarkis dengan sejumlah penjarahan serta terbakarnya gedung DPR Papua Barat. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan