Transformasi Balitbangda, Profesor Charlie Sebut Alasan dan Penggantinya



Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si. (Istimewa)

MANOKWARI – Regulasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), termasuk konsekuensi dan amanat undang-undang, telah disatukan secara nasional.

Dengan demikian, badan penelitian dan pengembangan di kementerian secara organisasi pun diganti dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Turunan ini berlaku hingga ke daerah, di mana pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), sejak Januari 2022.

Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si mengatakan BRIDA dibentuk berdasarkan transformasi organisasi perangkat daerah (OPD).

“Misalnya provinsi atau kabupaten/kota, bidang penelitiannya ada di Bappeda. Balitbangda Papua Barat akan bertransformasi menjadi BRIDA,” terangnya, Senin (18/10/2021) di Manokwari.

Ia mengaku segera melaporkan hal ini kepada Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si.

Sedangkan, draft regulasi perubahan tiga perda OPD terkait substansi riset dan inovasi daerah serta peraturan, akan dikonsultasikan bersama Biro Hukum Pemprov Papua Barat.

“Itu untuk fungsional argumentasi dengan pihak terkait. Kita siapkan agar perubahan Balitbangda menjadi BRIDA sesuai waktu yang sudah ditentukan pemerintah pusat,” bebernya.

Disisi lain, Prof. Chralie menyebut penertiban izin penelitian bagi warga negara asing (WNA) untuk instansi berwenang merupakan hal penting sesuai tugas pokok dan fungsi. (rls/nn)

 

Author

admin

Tinggalkan Balasan