Organisasi Pers Kompak Kecam Aksi Premanisme Massa di Kantor Teropong News Sorong

Rekaman video aksi premanisme massa di kantor redaksi Teropong News Kilometer 12 Kota Sorong, Senin (13/3/2023). (IST)

MANOKWARI – Organisasi pers diantaranya Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam tindakan arogansi sejumlah orang di kantor redaksi Teropong News.

Aksi bak premanisme, Senin (13/3/2023) siang itu disorot karena disertai ancaman pembunuhan terhadap wartawan.

Korwil IJTI Maluku-Papua Chanry Andrew menyayangkan sikap arogansi disertai ancaman pembunuhan terhadap jurnalis.

“Ancaman itu sama halnya menghalangi kerja pers. Apalagi memaksa menghapus berita, itu melanggar Undang Undang Pers nomor 40 Tahun 1999,” terangnya lewat rilis tertulis.

Koordinator Advokasi AJI Jayapura
Fabio Maria Lopes Costa senada mengecam aksi itu. Ancaman pembunuhan hingga pembakaran kantor dinilai sangat menentang kerja pers.

“Kami dapat informasi tentang ancaman dan teror yang sangat berlebihan. Menjadi perhatian kami semua,” rilisnya.

Ketua PWI Papua Barat Bustam menilai kekerasan dan ancaman itu sangat tidak diperkenankan. Ia berharap polisi memproses laporan pengancaman hingga tuntas.

Senada,Ketua PWI Sorong Raya Wahyudi mengaku kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat di Papua Barat Daya.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Papua Barat Daya Norma Fauzia Muhammad juga mengecam tindakan massa tersebut.

“Ada hak jawab yang seharusnya ditempuh, bukan asal datang dan mengancam seperti itu,” tegasnya.

Masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya, diminta memahami kerja jurnalis yang menghadirkan informasi berdasarkan etika jurnalis yang independen.

Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota Iptu Arifal Utama menyatakan pihaknya menjamin keselamatan seluruh jurnalis dan karyawan media Teropong News.

Kejadian Awal

Aksi pengancaman disertai perencanaan pembunuhan dan juga pembakaran kantor redaksi Teropong News di Kilometer 12 Kota Sorong sekira pukul 13.00 WIT.

Diduga kuat aksi premanisme itu terkait pemberitaan aktivitas illegal logging di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Dari video yang ramai beredar, Massa menerobos masuk ke dalam Kantor Redaksi Teropong News dan melakukan pengancaman.

Pemimpin Redaksi Teropong News Imam Mucholik menyatakan sangat menyayangkan kejadian itu.

Ia menduga, ada upaya penghasutan kepada massa atau masyarakat yang mendatangi Kantor Teropong News.

Pasalnya, pemberitaan terkait illegal logging sama sekali tidak menyerang atau mempublikasikan kegiatan masyarakat.

Imam menjelaskan, pihaknya hanya menyoroti Tempat Penampungan Kayu (TPK) yang diduga beroperasi beroperasi tidak sesuai izin.

(RLS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *