Papua Barat di Umur 24 Tahun dan Sederet Capaian Kinerja Menuju Daya Saing

24 Tahun Provinsi Papua Barat berisi doa dan harapan menuju daya saing.

MANOKWARI – ‘Papua Barat maju dan berdaya saing’ menjadi tema Hut Provinsi ini yang mengandung filosofi mendalam antara doa dan harapan. Di hari ini, Provinsi berlambang Kasuari itu tepat berumur 24 tahun.

Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw mengatakan, doa dan harapan itu menjadi milik semua pihak yang menginginkan provinsi ini selangkah demi selangkah semakin maju untuk dapat sejajar dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Jenderal (Purn) itu membeberkan sejumlah capaian kinerja, yang merupakan bukti kemajuan yang telah dicapai dari tahun ke tahun;

Provinsi ini kata dia, sukses melaksanaan side even w-20 dan y-20 pada Juni 2022 dan telah merumuskan butir-butir pesan Manokwari dan komunike Manokwari yang berisi pesan-pesan universal untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan, kesetaraan gender, serta inklusivitas dalam kebhinekaan.

Kemudian, telah meraih penghargaan dari pemerintah pusat terkait pengendalian inflasi di awal tahun 2022.

Lalu menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Ham tahun 2022 terkait kebijakan perlindungan hak kekayaan intelektual (haki).

Penghargaan global gold blue park dari marine conservation institute tahun 2022 bersama dengan pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Raja Ampat terkait capaian pengelolaan kawasan konservasi perairan terbaik di dunia.

Lalu adalagi, penghargaan dari jamsostek tahun 2022 terkait perlindungan dan jaminan sosial bagi tenaga kerja informal, pengahargaan dari Menko Perekonomian tahun 2022 terkait penyelesaian ketidaksesuaian pemanfaatan ruang, Annual meeting governor climate and forest task force (gugus tugas para gubernur untuk iklim dan perlindungan hutan tropis pada Februari 2023 di mexico).

Kemudian, penghargaan dari BPKP tahun 2023 terkait peningkatan kapabiltas Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) level 3, penghargaan dari Wakil Presiden tahun 2023 terkait capaian universal healt coverage (uhc) melalui pemberian jaminan kesehatan masyarakat, penghargaan tahun 2023 terkait kinerja dalam pembinaan BUMD di Papua Barat.

Tak kala pentingnya, capaian IPM Papua Barat pada tahun 2017 sebesar (62,99) meningkat menjadi 65,89 pada tahun 2022 dengan rata-rata peningkatan 0,84 % per tahun.

Selanjutnya, jumlah penduduk miskin pada tahun 2022 yang berada pada angka 221.136 orang, telah turun 7.038 orang pada tahun 2023 menjadi 214.098 orang.

Dikebijakan Negara yang terkini, Papua Barat berhasil menurunkan angka stunting (berdasarkan data elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-ppgm) dinas kesehatan, bahwa 544 dari 2.659 balita stunting di nyatakan sembuh dengan tingkat keberhasilan 20,46 %.

Lalua, angka prevalensi stunting di Papua Barat juga menurun hingga 15,53 % pada september 2023. Capaian ini bahkan lebih baik dari target nasional yang di tetapkan oleh pemerintah pusat, yakni 17 % pada tahun 2023.

Capaian demgan kategori membaik signifikan jika di bandingkan dengan prevalensi pada tahun 2022 yang mencapai 30 %.

“Penurunan ini terjadi melalui kegiatan pemberian makanan tambahan, vitamin dan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan anak balita, perbaikan infrastruktur pendukung pada permukiman masyarakat pada semua kabupaten di Papua Barat,” sambungnya.

Tak sampai disitu, Papua Barat masih memiliki prestasi lain dengan trobosan onovasi sistem informasi e-keriting sebagai sarana validasi data bagi intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Aplikasi ini merupakan kepanjangan dari elektronik kemiskinan ekstrim dan stunting yang diluncurkan pada 25 juli 2023.

“Kita juga menyelesaikan 21 Perdasus dan Lerdasi sebagai amanat peraturan pemerintah nomor 106 dan 107 tahun 2021 yang merupakan tindak lanjut undang-undang nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua,” ungkapnya.

Papua Barat juga kata Waterpauw, melaksanakan 9 proyek nasional, demi majunya daerah ini, diantaranya, perpanjangan Run Way Bandara Rendani, Pembangunan jalan lingkar Manokwari, pembangunan Pasar Sanggeng, rehabilitasi lapangan Borasi menjadi Ruang Terbuka Publil (RTP),
pemanfaatan bus PON Papua 2021, Perbaikan gor sanggeng dan stadion sanggeng, pengaktifan Balai Latihan Kerja, reformasi birokrasi.

“Angka indeks daya saing daerah kita juga meningkat dari 1,87 persen pada tahun 2021 menjadi 2,92 persen pada 2022. Kinerja kita terkhir ini, kita telah sukses melaksanakan Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) 2023,” tandasnya, serya mengatakan semua capaian itu menunjukan Papua Barat sedang melangkah menuju daya saing.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *