Aduan Layanan Transportasi Selama COVD-19 Terbanyak di Papua Barat



Foto : Kepala Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat, Musa Sombuk. Banyak aduan masyarakat terkait pembatasan moda transportasi selama pandemi COVID-19. (ajm/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Ombudsman RI Perwakilan Papua Barat, merilis 36 aduan masyarakat terkait pelayanan publik selama pandemi COVID-19. Aduan paling banyak berasal dari moda transportasi.

Kepala Ombudsman Papua Barat, Musa Sombuk menerangkan laporan masyarakat yang diterima diantaranya, pelayanan transportasi, pelayanan Kesehatan dan bantuan Sosial.

Sebanyak 23 laporan Layanan Transportasi, 10 Laporan Bantuan Sosial dan 3 Laporan Pelayanan Kesehatan dilaporkan sejumlah kabupaten/kota di Papua Barat.

Kabupaten Manokwari, paling banyak dengan 15 laporan, 14 laporan dari Kota Sorong, 4 laporan dari Kabupaten Sorong, masing-masing 1 laporan dari kabupaten Teluk Bintuni, Kaimana dan Raja Ampat.

“Masyarakat mengadu tentang Bantuan Sosial Tunai dan Non Tunai dari Dinas Sosial di beberapa Daerah. Aduan pembatasan transportasi juga disampaikan,” kata Musa, Senin lalu di Manokwari.

Masyarakat juga mengadukan fasilitas kesehatan baik milik pemerintah dan swasta, terkait mahalnya biaya Rapid tes dan tes Swab.

Sejauh ini Ombudsman Papua Barat, sudah berkoordinasi untuk 14 laporan masyarakat, sementara sisanya masih menunggu Narahubung untuk mengkonfirmasi kepada instansi terkait. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan