Aksi Mahasiswa Tuntut Penanganan Banjir Sorong Sempat Ricuh



Foto : Kericuhan saat demo mahasiswa di Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (30/7/2020). (sws/nn)

SORONG, Nokennews.com – Aksi ratusan mahasiswa yang menggelar demo di Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (30/7/2020), sempat berlangsung ricuh.

Kericuhan berawal saat mahasiswa terlibat saling dorong saat ban bekas yang dibakar hendak dipadamkan polisi. Akibatnya aksi yang berjalan aman sejak awal, mendadak ricuh.

Beruntung aksi ini tak berlangsung lama setelah polisi mengamankan salah satu peserta demo.

Mahasiswa menuntut Pemkot Sorong, menangani bencana banjir yang terus terjadi. Mereka juga menyoroti lambannya penanganan banjir yang telah menelan 6 korban jiwa belum lama ini.

Aksi ini juga diwarnai dengan sejumlah barang elektronik yang rusak, yang ikut disertakan sebagai bukti dari banjir yang cukup meresahkan warga di Sorong Kota.

Foto : Aksi ratusan Mahasiswa di Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (30/7/2020). (sws/nn)

Koordinator aksi, Abdul Loklomin mengungkap masalah banjir yang dihadapi merupakan persoalan sangat serius yang harus disikapi pemerintah kota Sorong.

“Ada poin tuntutan yang sifatnya jangka pendek, seperti perbaikan drainase dan masalah galian C. Ini harus segera diperhatikan Wali Kota,” tegasnya.

Sedangkan, tuntutan jangka panjang yang dimaksud adalah masalah sampah, yang juga salah satu penyebab banjir.

Wali Kota Sorong, Lambertus Jitmau, saat bertemu para pendemo, mengaku sudah berkunjung ke korban banjir bersama Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan.

Sejumlah bantuan juga diserahkan kepada warga tang terkena dampak banjir. Ia juga berpesan agar warga tidak sembarang membuang sampah.

Usai aspirasinya diterima, ratusan mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka berjanji akan mengawal aspirasi tersebut hingga benar direalisasikan Pemkot Sorong. (sws/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan