Ancaman Nyata COVID-19, Bisa Jadi Siapa Rawat Siapa



Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap. (pzk/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Ancaman virus COVID-19 tak mengenal siapa pun. Buktinya, peningkatan kasus positif di Papua Barat, terus meningkat. Hingga Selasa (22/9/2020), tercatat 641 orang dirawat akibat COVID-19 di Papua Barat.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap membenarkan banyak tenaga kesehatan (Nakes) di Manokwari, Bintuni, Raja Ampat dan Fakfak, terpapar COVID-19.

“Kasus tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 cukup tinggi, fasilitas kesehatan tutup. Penularan masih terjadi, semua harus waspada,” jelasnya.

Tenaga kesehatan yang terpapar dan beberapa faskes ditutup, merupakan tanda-tanda ancaman yang nyata. Jika tenaga kesehatan terpapar dan harus diisolasi, tentu berimbas ke pelayanan kesehatan.

“Ancaman COVID-19 nyata. Nakes terpapar dan dirawat. Bisa jadi nanti siapa rawat siapa dan siapa awasi siapa. Ini yang mulai nampak untuk kita semua,” papar Arnold.

Ia khawatir tingkat disiplin protokol kesehatan yang kendor bisa membuat COVID-19 kian tidak terkendali. Jika diremehkan, faskes tutup, Nakes terpapar dan akhirnya masyarakat dalam tanda kutip melakukan isolasi mandiri di rumah.

Hanya saja isolasi mandiri di rumah belum tentu tidak berinteraksi ke luar rumah. Misalnya harus ke pasar atau ke kios dan toko untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Semua beresiko. Virus ini tidak pandang bulu, ASN, TNI/Polri, tenaga kesehatan, perbankan atau siapa saja bisa tertular. Kembali ke pribadi masing-masing. Tetap jaga kesehatan,” pesannya.

38 Nakes Positif COVID-19

Terbaru, 38 tenaga kesehatan di Manokwari, terpapar COVID-19. Dan, jumlah ini tentunya bisa lebih untuk keseluruhan tenaga kesehatan di Papua Barat.

Empat fasilitas kesehatan (puskesmas) di Manokwari, ditutup sementara akibat tenaga kesehatan terpapar COVID-19, Puskesmas Pasir Putih, Sanggeng dan Puskesmas Maripi serta ruang bedah RSUS Manokwari.

Ini memunculkan cluster baru Nakes di Manokwari, cluster RSUD Manokwari 26 orang dan cluster Puskesmas 12 orang.

Ketua pelaksana harian percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Manokwari, Papua Barat, drg.Henri Sembiring, menekankan penggunaan APD (alat pelindung diri) harus diutamakan Nakes termasuk di dokter praktek dan apotik.

“Minimal APD level dua, masker dan handsbone (sarung tangan). Jangan anggap remeh, dokter praktik, petugas medis di apotik termasuk relawan,” tegasnya.

Hingga kini tercatat 267 kasus COVID-19 di Manokwari. Selain cluster Nakes, ada cluster perkantoran 106 kasus, cluster Gowa 4 kasus (awal), cluster keluarga 111 kasus dan cluster pertokoan 7 kasus.

Kabar baiknya, 126 orang berhasil sembuh dan 63 orang masih menjalani perawatan, 73 orang menjalani isolasi secara mandiri.

Sejauh ini 31 pasien dirawat di RSU Papua Barat, 11 di BLUD rumah sakit Manokwari, 4 pasien di Rumah Sakit Angkatan Laut, tiga orang di rumah sakit Bhayangkara dan satu pasien di rumah sakit TNI-AD. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan