Anggaran Naik Dua Kali Lipat, Kemenpar Genjot Pariwisata Raja Ampat



Penjabat Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas bersama perwakilan Kemenpar RI saat FGD Terpumpun Perencanaan Pengembangan Pariwisata Raja Ampat. (ars/nn)

WAISAI, NokenNews.com – Pemkab Raja Ampat, berencana menaikan anggaran untuk mendukung program pengembangan pariwisata. Rencana ini sesuai dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tahun 2020-2024.

Sesuai Perpres 18 tahun 2020, KSPN meliputi 5 wilayah di Indonesia, termasuk Raja Ampat dan dibawah pengawasan langsung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Penjabat Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas mengungkap pengembangan pariwisata di daerah itu sebagai salah satu leading sector pembangunan. Terutama manfaat pariwisata bagi masyarakat lokal.

“Kami berencana menaikan anggaran pariwisata dua kali lipat, salah satunya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pasca pandemi COVID-19,” bebernya Rabu (18/11/2020).

Semua pihak terkait diminta ikut konsen terhadap pengembangan pariwisata Raja Ampat, terutama mengedepankan kelestarian alam berkelanjutan serta daya saing destinasi wisata yang terukur.

Sebelumnya dalam FGD Terpumpun Perencanaan Pengembangan Pariwisata Raja Ampat, dibahas sejumlah hal penting. Salah satunya meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dari sektor jasa pariwisata.

Kementrian Pariwisata menargetkan peningkatan penghasilan masyarakat dari pariwisata melalui program Quality Tourism Experience. Meningkatkan devisa pariwisata, keterampilan SDM dan nilai tambah sektor pariwisata.

“Terdapat nilai-nilai utama, yaitu pariwisata berkelanjutan, kepuasan pengalaman, minat khusus, SDM Terampil dan adopsi teknologi,” ujar perwakilan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Yoserizal.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata diminta meningkatkan citra, daya saing dan kontribusi pariwisata dalam mendukung perbaikan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Dikatakan industrialisasi pariwisata dengan strategi meningkatkan daya saing destinasi termasuk wisata alam didukung penguatan rantai pasok dan ekosistem pariwisata.

“Tahun 2025, creative core seperti seni dan budaya sebagai substansi dasar pengembangan produk kreatif dan digital diharapkan semakin kuat mendukung pertumbuhan pelaku usaha kreatif dan digital,” singkatnya. (ars/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan