Beragam Elemen Tolak Revisi Otsus Jilid II, DPR Papua Barat Pun Bersuara



Penyerahan aspirasi penolakan Otsus Jilid II oleh Pemuda Papua kepada DPR Papua Barat, Selasa (19/1/2021). (red/nn)

MANOKWARI, NokenNews.com – Penolakan UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001 (Otsus Jilid II) dikumandangkan Pemuda Adat Papua di Papua Barat. Diantaranya, Parlemen Jalanan, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay serta elemen Mahasiswa.

Hal ini terungkap saat audience bersama DPR Papua Barat, Selasa (19/1/2021) di Manokwari Papua Barat. Penolakan ini juga disampaikan saat Rapat dengar Pendapat yang digelar MRP Papua Barat, medio November 2020 lalu.

“Kami menolak lanjutan pembahasan Otsus Jilid II oleh Jakarta karena melanggar pasal 77 UU Otsus. Legitimasi rakyat Papua melalui DPR dan MRP,” sebut Ketua Pemuda Adat Papua Provinsi Papua Barat, Timotius Daud Yelimolo.

Ia juga menolak upaya kelompok-kelompok tertentu dengan menggalang tanda tangan untuk mendukung keberlanjutan Otsus.

Fraksi Otsus DPR dan MRP Papua Barat, diminta menindaklanjuti aspirasi rakyat dan pertemuan segi tiga gubernur, MRP dan DPR Papua Barat, harus segera dilakukan.

Perwakilan Fraksi Otsus DPR Papua Barat, Dominggus Urbon mengaku aspirasi baik yang menolak maupun yang mendukung revisi UU Otsus nomor 21 tahun 2001, ditampung.

“Kami akan bentuk panitia khusus (Pansus) untuk monitoring dan pengawasan UU Otsus Nomor 21 Tahun 2001. Agar semua aspirasi diakomodir dalam Revisi UU Otsus jilid II yang direncanakan oleh pemerintah pusat,” bebernya.

Aspirasi penolakan revisi Otsus diminta agar dipending. Jakarta juga didesak membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan Politik, HAM dan Kekerasan di Papua. Ini yang akan disampaikan ke pemerintah pusat, agar mendapatkan solusi penyelesaian masalah di Papua.

Negara diminta tidak diskriminasi masyarakat Papua yang menolak revisi UU nomor 21 tahun 2001. Semua anak Papua yang menolak maupun menerima, sebagai anak bangsa.

“Saat ini berbeda pendapat, tetapi Negara bertanggungjawab untuk membina anak Papua sebagai bagian dari anak bangsa,” singkatnya.

Pertemuan ini ikut dihadiri Modrasa Bogra, Agustinus Kambuaya dan Sergius Rumsayor dari DPR Papua Barat. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan